<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>@DenisRaditya &#38; @monolog_</title>
	<atom:link href="https://denisraditya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://denisraditya.wordpress.com</link>
	<description>your smile is my pleasure</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 09:49:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='denisraditya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s-ssl.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>@DenisRaditya &#38; @monolog_</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://denisraditya.wordpress.com/osd.xml" title="@DenisRaditya &#38; @monolog_" />
	<atom:link rel='hub' href='https://denisraditya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Anjng-anjing kelaparan</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2012/02/18/anjng-anjing-kelaparan/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2012/02/18/anjng-anjing-kelaparan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 15:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>
		<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://denisraditya.wordpress.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Keparat! Para anjing tidak mau jinak, mereka hanya tahu makan pun menggonggong. Kelak, anjing-anjing itu mati kelaparan di tengah jalan. Seakan lupa ia sebagai anjing, ia lupa pulang ke kodratnya. Kelak, jika tuannya mati, mereka akan mencari tuan lain untuk digigit; terperangkap dalam taring dan nafsu anjing. Hey anjing.. Hey anjing.. Hey anjing.. Semprul kau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=514&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keparat!</p>
<p>Para anjing tidak mau jinak, mereka hanya tahu makan pun menggonggong.</p>
<p>Kelak, anjing-anjing itu mati kelaparan di tengah jalan. Seakan lupa ia sebagai anjing, ia lupa pulang ke kodratnya.</p>
<p>Kelak, jika tuannya mati, mereka akan mencari tuan lain untuk digigit; terperangkap dalam taring dan nafsu anjing.</p>
<p>Hey anjing.. Hey anjing.. Hey anjing.. Semprul kau anjing. Betina, kelaminmu kau tunggitkan sana-sini, mencoba merayu tuan-tuan yang dibudak setan.</p>
<p>Hey setan, sejak kapan kau merasuki anjing, menutup matanya lalu kelaminnya kau jinjing, ke arah kebodohan pun kemaksiatan.</p>
<p>Hey anjing, sejak kapan kau jual mahal. Seolah berharga kau di depan tuan, seolah tak berdosa kau di mata Tuhan.</p>
<p>Sadarlah anjing, kelaminmu itu mencerminkan dirimu, bukan menjadi mata pencaharian lalu kau jual tubuhmu.</p>
<p>Bangunlah anjing, jangan terlalu lelap bermimpi di bumi; di pelukan uang-uang haram dan tuan-tuan yang kelaminnya sedang kelaparan.</p>
<p>Hiduplah semaumu, matilah dalam saru.</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/514/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/514/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=514&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2012/02/18/anjng-anjing-kelaparan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan Pertama</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/24/pandangan-pertama/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/24/pandangan-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 12:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Begitu indah, hingga ia mampu sirnakan luka dunia. Cinta pada pandangan pertama, seperti embun menyapa pagi yang bahagia. Apakah cinta pertama? Apakah anda percaya cinta pada pandangan pertama? Saya percaya! Bermula dari suatu pertemanan dalam suatu komunitas, yang mana salah satu teman komunitasku memiliki teman (dapat dikatakan teman baiknya temanku). Dia yang membuatku dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=473&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta Begitu indah, hingga ia mampu sirnakan luka dunia.<br />
Cinta pada pandangan pertama, seperti embun menyapa pagi yang bahagia.</p>
<p>Apakah cinta pertama? Apakah anda percaya cinta pada pandangan pertama? Saya percaya!</p>
<p>Bermula dari suatu pertemanan dalam suatu komunitas, yang mana salah satu teman komunitasku memiliki teman (dapat dikatakan teman baiknya temanku). Dia yang membuatku dapat melihat, mendengar, dan merasakan segala kebaikan. Dia yang tidak sadar telah mampu meluluhlantakkan hati dan pikiranku. Dia yang secara tidak sengaja mengubahku menjadi sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, terlebih dari masa laluku. Ya, dialah bidadariku.</p>
<p>Sosok anggun dengan senyuman yang teduh merasuk sukma. Gadis biasa yang bersahaja dengan paras manisnya. Tidak tahu pendapat orang lain, tapi aku langsung jatuh hati ketika pertama kali melihatnya. Bukan hanya sembarang jatuh, bukan sembarang rasa yang pernah berkali-kali aku lalui dan sia-sia. Ini sesuatu yang berbeda, bukan sekedar mencari pulasan, bukan pula hanya sekedar penasaran pun pengejaran. Ini seperti bumi hatiku yang bergetar gebyar oleh gempa terdahsyat yang pernah aku rasa. Getar getir rasa bak petir menyambar dari sorot matanya yang berbinar, indah.&#8217;</p>
<p>Seperti banyak kisah cinta, seperti kata-kata romansa yang indah maknanya; ketika ada kamu, segala alunan lagu cinta mengelilingi perasaan hingga jiwaku dan ku tak ingin itu berlalu.</p>
<p>Mungkin aku terlalu membuai rasa di hatiku sendiri, atau aku terlalu menghidupkanmu di pikiranku. Tapi hanya itulah senjataku, yang dapat membuat aku bahagia, yang mampu menjadikanku manusia seutuhnya. Terlalu membual, katamu. Terlalu seperti drama dan buaian, ujarmu. Inilah aku, dengan segala kosakata yang aku miliki pun tak mampu untuk mengutarakan bagaimana perasaanku saat ini. Seperti bumi yang habis masanya lalu meledak mengisi seluruh ruang angkasa; tak cukup diucapkan dengan kata-kata bagaimana hebatnya kejadian dan perasaan itu, seperti aku.</p>
<p>Mungkin dalam suatu perkenalan dapat membuat kita saling dekat, atau pun jauh. Kepada siapa lagi aku harus berterimakasih selain daripada Tuhan yang menciptakanmu, dan orang tua yang merawatmu serta teman yang mengenalkanmu pada diriku. Aku berterimakasih pula pada cinta, dan seluruh rasa di dalamnya; walaupun kita tak tahu bagaimana akhirnya, tapi kuyakin ada bahagia bila kita bersama.</p>
<p>Senang berkenalan dengan namamu, parasmu, senyummu, yang akan aku pastikan keindahannya takkan sirna dan selalu terjaga.</p>
<p>Dan keindahan surgawi nampak di dunia bila aku melihatmu; meneduhkan hati, menyejukkan jiwa dan pikiranku, pun masa depanku.</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=473&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/24/pandangan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>#prayformicin (micin kesepian)</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/prayformicin/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/prayformicin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 15:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[humoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Attention: baca cerpen ini baiknya sambil mendengar lagu dari SOS &#8211; Pria kesepian Mari kita mulai kisahnya: Bukanlah nama aslinya, tapi panggil saja dia dengan nama Micin. To be continued.. &#8220;Eh, ceritanya belum kelar tahu!&#8221;. Micin, lahir pada tahun 1987SM, mempunyai hobi ngupil dan buang air besar sembarangan. Yang mempunyai cita-cita berkasih dan mempunyai mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=451&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Attention: baca cerpen ini baiknya sambil mendengar lagu dari SOS &#8211; Pria kesepian</p>
<p>Mari kita mulai kisahnya:</p>
<p>Bukanlah nama aslinya, tapi panggil saja dia dengan nama Micin. To be continued..<br />
&#8220;Eh, ceritanya belum kelar tahu!&#8221;.</p>
<p>Micin, lahir pada tahun 1987SM, mempunyai hobi ngupil dan buang air besar sembarangan. Yang mempunyai cita-cita berkasih dan mempunyai mata yang tidak sipit. Micin, mungkin sedari kecilnya ia sering menggado (memakan bulat-bulat satu hal itu saja) bumbu penyedap rasa makanan atau vetsin; alhasil kinerja otaknya semakin lama semakin berkurang. Hebatnya micin mahir dalam hitungan pertambahan dan pengurangan tapi kalau mengenai pembagian dan perkalian wawlohualam (hanya Tuhan yang mengetahui).</p>
<p>Ya, tadi adalah sekilas kisah si micin, kali ini kita akan memasuki kisah cintanya: yang bagaimana ceritanya? Mari kita ke T..K&#8230;P.. (ujar dalang).</p>
<p>Micin sekarang genap berusia 24 tahun, hingga saat ini ia masih mencari pendamping hidupnya yang ia sangat dambakan. Seperti halnya kisah Romeo-Juliet yang romantis dan dramatis, Kisah cinta seperti itu sangatlah menyedihkan. Nah, si micin ini malah sama sekali belum pernah berkasih (berpacaran) maka ia belum sempat merasakan luka dan bahagia, dan menurut gw itu lebih menyedihkan daripada si Romeo-Juliet tersebut. #prayformicin &#8220;Tetap semangat yah cyiin!&#8221;.</p>
<p>Ganti Theme song #NP Kapan ku punya pacar &#8211; Serious band</p>
<p>TApi micin tetap tegar, ia selalu berusaha dan berdoa kepada sang pencipta yang tidak pernah mengakui telah menciptakannya (Gila, dimarah Tuhan nih gw nulis ini). Micin orangnya selalu sabar dan tawakal dalam menanti pujaan hatinya, ia berharap sekali saja ditolak cewek. Karena tiap kali si micin nembak cewek, si cewek malah diem sejenak lalu kabur pontang-panting sambil teriak &#8220;copeeeett&#8230;.&#8221; gimana ngk sedih tuh nasib micin ditolak cewek aja belum pernah coba. #prayformicin</p>
<p>5 tahun kemudian&#8230;</p>
<p>Micin sudah menjadi pengusaha yang sukses, perusahaannya berada dimana-mana dan pendapatannya luar biasa. Saat ini micin yakin dan ia beranggapan: &#8220;cewek mana yang nggak jatuh cinta sama harta&#8221; ujarnya. Benar juga si micin, karena keputusasaannya maka ia selama ini fokus pada pekerjaannya dan menjadi orang yang sukses. Kali ini micin duduk tenang karena ia yakin cewek-cewek bakal nyamperin dia dan minta kawinin. &#8220;cewek mana coba yang nggak mau masa depannya cerah dengan kehidupan yang layak&#8221; micin berprinsip. Tapi sialnya si micin, ketika ia baru saja menjadi orang yang sukses, dan ketika para wanita baru saja mulai berebut mencuri hati micin, sialnya esok adalah isu bahwa datangnya hari kiamat dunia, Jadi si cewek-cewek sibuk tunggang-tungging beribadat minta ampun dosa daripada mikirin harta dunia. Lagi-lagi nasib micin belum mujur masalah percintaan, mungkin dalam reinkarnasi berikutnya si micin dapat berkasih layaknya manusia; semoga tidak salah wujud si micin tereinkarnasi lagi, semoga nantinya ia benar-benar menjadi manusia. #Lhoemangsekarangjadiapa? #prayformicin</p>
<p>Sekianlah sekilas tentang si micin, pabila ada kesamaan tokoh, latar, nama dan kisah, itu berarti karena kesengajaan &#8216;_&#8217; </p>
<p>Cerita ini saya buat untuk mensupport teman saya si micin (ini sih bukan support tapi malah lebih menjatuhkan) &#8216;_&#8217; hohoho.. #prayformicin</p>
<p>Terimakasih buat yang telah rela membaca dan mensupport si micin walaupun dalam hati dan ngakak-ngakak nggak karuan #prayformicin</p>
<p>Yoweslah, maaf cin kalau ceritanya sebenarnya kurang menyedihkan daripada cerita sebenarnya. #prayformicin</p>
<p>To be continued.. (kali ini benar-benar bersambung)</p>
<p>Next: #Prayformicinpart2 (the next reincarnation) on december 2020 after dooms day. &#8216;_&#8217; hohoho..</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/humoria/'>humoria</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=451&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/prayformicin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Info</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/info/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/info/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 10:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://denisraditya.wordpress.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Sila lihat preview buku pertamaku, disini: http://nulisbuku.com/books/view/1000-sajak-denisraditya Dan ini link wawancaranya: http://t.co/j4rMaez4 Serta preview buku kedua dan ketigaku juga: #BabMerah http://t.co/P3Z2p3qb dan #ceritacintaku http://t.co/0w0f7hML Dan Buku keempatku &#8220;tulisan kecil&#8221; http://nulisbuku.com/books/view/tulisan-kecil-revisi Serta ada juga link solo bassku yang terbaru GARDEN OF LOVE: http://t.co/eye3Osih dan #funkystyle http://t.co/Cm4KJJl2 Untuk lebih lengkapnya tentang tulisanku dapat dilihat di http://denisraditya.co.cc dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=448&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sila lihat preview buku pertamaku, disini: http://nulisbuku.com/books/view/1000-sajak-denisraditya</p>
<p>Dan ini link wawancaranya: http://t.co/j4rMaez4</p>
<p>Serta preview buku kedua dan ketigaku juga:<br />
#BabMerah http://t.co/P3Z2p3qb<br />
 dan<br />
#ceritacintaku http://t.co/0w0f7hML</p>
<p>Dan Buku keempatku &#8220;tulisan kecil&#8221; http://nulisbuku.com/books/view/tulisan-kecil-revisi</p>
<p>Serta ada juga link solo bassku yang terbaru<br />
GARDEN OF LOVE: http://t.co/eye3Osih<br />
dan<br />
#funkystyle http://t.co/Cm4KJJl2</p>
<p>Untuk lebih lengkapnya tentang tulisanku dapat dilihat di http://denisraditya.co.cc<br />
dan<br />
http://deniskimzy.co.cc</p>
<p>Follow my twitter: @DenisRaditya</p>
<p>if you like poetry just follow me @M0N0L09</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/info/'>Info</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=448&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2012/01/16/info/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humoria @DenisRaditya Bab.III (Suka-suka GW)</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/31/humoria-denisraditya-bab-iii-suka-suka-gw/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/31/humoria-denisraditya-bab-iii-suka-suka-gw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 00:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[humoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Suka-Suka GW …………………A…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… B………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………E……………………………………………………… ………………………………………Z……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………E…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……MA……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………H………………………………………………………………………………………………………………… Pasti lo baca yah itu titik-titik barusan? Itu kan nggak penting. ‘_’ hohoho.. mau aja diglobokin (typo). Eits, jangan protes! Ini kan bab suka-suka gw ya jadinya terserah gw dong mau nulis apa dan mau ngerjain siapa ‘_’ hohoho.. Jadi bersiap-siaplah kalian para pembaca yang dikerjain dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=425&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suka-Suka GW</p>
<p>…………………A……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………<br />
B…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………<br />
…………E………………………………………………………<br />
………………………………………Z………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………<br />
……………………………E……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………<br />
……MA……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………H…………………………………………………………………………………………………………………</p>
<p>Pasti lo baca yah itu titik-titik barusan? Itu kan nggak penting. ‘_’ hohoho.. mau aja diglobokin (typo). Eits, jangan protes! Ini kan bab suka-suka gw  ya jadinya terserah gw dong mau nulis apa dan mau ngerjain siapa ‘_’ hohoho..<br />
Jadi bersiap-siaplah kalian para pembaca yang dikerjain dalam bab ini. Eits, dilarang ngomong kotor dan jangan lempar buku sembarangan yah; ntar masuk neraka lho?! (ancaman anak SD).</p>
<p>Sama kayak gw, gwdulujugaseringdikerjainsamaorangorangyangsukangerjaingwdulu (pusing nggak bacanya tanpa spasi?). </p>
<p>Ceritanya gini nih, “pada suatu ketika di musim yang lalu di kala itu hujan rintik…” to be continued..<br />
Coming Soon: suka-suka gw 2 (semacam judul sinetron yang tak habis-habis hingga sutradaranya modar  aja). Eh, nggak kog, yang bener gini nih ceritanya simak dengan serius yah karena gw lagi cerita serius nih! Nggak percaya kalo gw serius? Liat nih mata gw yang sipit sampe melotot  ‘_’</p>
<p>Waktu itu gw baru masuk SMA. Bagi yang belum tahu artinya, SMA itu adalah Sekolah Menengah Atas. Nah, kalo SMB itu Sekolah Menengah Bawah. Berhubung gw anaknya rajin menabung dan hapal pancasila, makanya gw bisa masuk SMA bukan SMB, hebat kan gw ‘_’ hohoho..  (jadi kapan ceritanya nih?!!!).</p>
<p>Waktu gw baru masuk SMA, kan ada yang namanya MOS tuh. MOS itu adalah Masa Orientasi Siswa yang mana siswa baru dikerjain sama kakak kelas bergaya banci tapi berpura-pura senior, cih! (emang perlu sampe ngeludah gitu yah?!). Nah, kalo MOP itu artinya Masa Onani Perdana, dimana lo ditempa masa kedewasaan lo (ngasal). Kalo MIB itu artinya Men In Belekan (bagi yang nggak tahu arti belek, silahkan pelototin mata bokap nyokap lo dari tidur sampe kebangun).</p>
<p>Jadi, pas waktu MOS gw sering banget dikerjain sama kakak tingkat gw (yah, mungkin karena gw punya pesona gitu kali yoy). Gw suka dimarah-marah yang katanya untuk melatih mental biar kuat. Padahal kalo untuk letihan mental lo masuk kursus beladiri Judo ada, pasti nanti lo dimental-mentalin (ketahuan bahasa Indonesianya di rapor -5). Terus gw juga sering disuruh-suruh nggak jelas gitu, kena hukuman walaupun gw nggak ada salah. Apa gw dianggep sebagai sasaran empuk yoy bagi kakak tingkat gw? (padahal kan anu gw keras, bukannya empuk). Atau gw emang terlalu mempesona? (masih aja narsis). Jadi gw disuruh push-up bertubi-tubi, gw sih suka aja gw nggak ngelawan kalo disuruh push-up, abisnya setiap gw push-up ada kakak tingkat cewek yang sengaja terlentang di bawah gw. Dan yang lebih parah lagi gw terkadang disuruh pura-pura latah (padahal emang gw latah) sama senior gw. Kita dihadapkan berpasang-pasangan kali ini, kebetulan gw dapet pasangan cewek yang namanya Anty (Anaknya Santy). Anty lumayan cantik sih, hanya saja daging di bibir bawahnya lebih 2kg dari bibir manusia lain yang pada umumnya, kayak kanebo (lap kuning untuk mencuci motor/mobil). </p>
<p>Awalnya sih gw simpatik ngeliat si Anty, tapi lama-kelamaan gw jadi iba, terus berakhir dengan jijik gara-gara mandangin bibir bawahnya. Jadi pas disuruh berhadapan senior memerintahkan kita untuk berpura latah dan harus reflek dengan apa yang senior perintahkan nantinya (kebayang nggak seremnya kejadian nantinya kayak apa?).<br />
“Jongkok!” ujar senior, langsung kami bergegas jongkok sembari berhadapan. “Berdiri!” kata si jancuk (senior), langsung kami bergegas berdiri seketika. “Peluk teman yang di depan kalian!” ujarnya, langsung saja aku tampar si Anty (muka Anty tanpa ekspresi). “Sekarang cium pasangan kalian!” si jancuk berkoar lagi, langsung saja dua kali aku tampar wajah Anty, gerakku reflek (siapa pula yang mau mengecup kulit sapi yang berhamburan itu?!). “Koprol depan koprol belakang dan samping kanan-kiri dua kali!” teriak senior edan yang terus merongrong, langsung saja aku mengambil karung beras berukuran 30kg lalu memasukkan kepala senior brengsek itu dan menceburkannya ke dam (sungai kecil di belakang sekolah) beramai-ramai dibantu dengan teman seangkatanku yang lainnya.</p>
<p>Setelah kejadian itu, para jancuk pun tak lagi berani menggangguku. “Keadaan sudah terkendali” ujarku yang maha ganteng ini. Hanya saja, aku prihatin dengan keadaan Anty. Dia bersedih dan menyendiri duduk di sudut kelas. Dia bersedih bukan karena aku yang menampar wajahnya, akan tetapi karena dia tak sengaja melihat cermin besar di dalam<br />
kelas dan dia sempat menoleh ke cermin itu. Kasihan Anty. #prayforAnty</p>
<p>Hari pertama masuk sekolah. Ada yang berubah pada Anty, dia sekarang menjadi pujaan hati para pria di sekolah. Ternyata Anty menyadari kekurangan dirinya lalu dia operasi plastik pada daging lebih yang dia punya. Kini dia terlihat sexy dengan bibir tipisnya, hanya saja sisa daging bekas operasiannya dia pindahkan ke bagian tubuh dia yang lain (mungkin karena Anty menganut paham; dibuang sayang). “Dimanakah daging itu?”</p>
<p>Anty memindahkan sisa daging dari bibirnya ke payudara dan bokongnya hingga terlihat menonjol dan montok (padahal tetep aja lembek dagingnya semacam kulit sapi). Akibat perpindahan daging yang secara paksa, kalo seandainya Anty tanpa busana mungkin payudaranya dan bokongnya bisa jatuh hingga menyentuh tanah. Tapi kita harus tetap menghargai usaha Anty, setidaknya Anty enak dipandang ketika ia berbusana. Terimakasih Anty sudah mau mengerti dengan keadaan. #prayforAnty</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/humoria/'>humoria</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=425&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/31/humoria-denisraditya-bab-iii-suka-suka-gw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humoria @DenisRaditya Bab.II (Karya GW)</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/30/humoria-denisraditya-bab-ii-karya-gw/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/30/humoria-denisraditya-bab-ii-karya-gw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 17:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[humoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Nih sekajang karya-karya gw yang suka melucu kriuk (maklum penulis amatir) di sosial media, contohnya kayak gini nih: Di Facebook, gw sering buat status: &#8220;siapa yang bilang gw ganteng tunjuk tangan?&#8221;. *5 menit kemudian* (8 people like this). Gw udah kegirangan banget tuh ada 8 orang yang menyukain status gw bahwa GW GANTENG dan diakui. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=421&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih sekajang karya-karya gw yang suka melucu kriuk (maklum penulis amatir) di sosial media, contohnya kayak gini nih:</p>
<p>Di Facebook, gw sering buat status:<br />
&#8220;siapa yang bilang gw ganteng tunjuk tangan?&#8221;.<br />
*5 menit kemudian* (8 people like this). Gw udah kegirangan banget tuh ada 8 orang yang menyukain status gw bahwa GW GANTENG dan diakui. Eh, tapi setelah gw cek friends list  ternyata tmn facebook gw ada 4200, yang mana 8 orang yang nge-like itu ternyata hanya 0,19047619047% (hasil kalkulator) dari keseluruhan jumlah teman gw di facebook. Sedangkan kalo mau dapet pengakuan, gw mesti dapet suara se-enggaknya 10%. Karena gw kesel, langsung gw *klik unfriend* dan gw tenang ketika jumlah temen gw akhirnya tinggal 70 orang. &#8216;_&#8217; hohoho..</p>
<p>Tapi akhirnya gw nyesel ketika gw banyak *unfriend* di facebook, ternyata statistik yang gw buat sendiri itu nggak ngaruh. Gimana mau ngaruh coba? Disamping masyarakat facebook banyak yang 4l4y, galau, serta kenal nggak kenal selalu nyapa dan bilang: “kak, like status aku dun” apa coba pentingnya itu?! Emang kalo kita nge-like status dia, dia jadi presiden? (lo kira pemilu) atau dia bisa jadi miss universe? (klo cowok jadi sir universe). Dan terkadang suka nyerobot nge-like status orang apapun itu tulisannya.</p>
<p>Contohnya kayak kejadian gw, kayak gini nih:<br />
Gw kan kalo buat status suka random nih, kadang nulis quote, puisi, atau info kegiatan gw biasanya. Nah, dimana maksud gw yang statistik gw nggak ngaruh gitu, yaitu pas setiap gw setiap buat status quote (8 people like this), status puisi (8 people like this), nah pas gw buat status &#8220;i&#8217;ve got fever&#8221;, langsung aja notifikasinya (11 people like this). Gila! Itu masyarakat facebook nggak tahu apa artinya status gw?! Asal aja mereka nge-like, disangkanya gw abis menang arisan atau nomor togel kali, padahal status gw udah jelas-jelas lagi sakit demam (fever). Jadilah hati gw cenat-cenut gara-gara bukumuka (facebook).</p>
<p>Akhirnya gw beralih ke twitter, disana gw mencoba menyesuaikan diri sama yang namanya penulisan dalam 140 karakter. Dan para makhluk twitter biasa menyebut twitter itu sebagai micro blog (untung bukan miegoblok) emang mie punya otak? (Abaikan) &#8216;_&#8217;</p>
<p>Gw waktu itu  belum paham sistem follow/unfollow, jdi gw autis sendirian aja di timeline gw, sepi. Dan, lalu.. mengheningkan cipta (nyanyi lagu hymne guru). Tapi gw seneng banget bisa beralih ke twitter, seperti menemukan dunia yang baru dan lebih fresh! Karena gw bingung mau ngapa-ngapain di twitter, akhirnya gw update status aja terus-terusan; nulis tentang kebahagiaan gw bisa pindah sosial media yang baru. Tulisan pertama yang gw buat adalah tentang beberapa kalimat yang awalannya menggunakan kata-kara &#8220;setelah kenal&#8230;&#8221;. Gw tulis kayak ini:</p>
<p>&#8220;Setelah kenal twitter, sepertinya sulit untuk ke sosial media yang lain&#8221;.<br />
Lalu postingan keduaku<br />
&#8220;Setelah kenal Marlboro putih, sepertinya sulit untuk ke rokok yang lain&#8221; (pecandu rokok Marlboro Lights).<br />
Ketiga&#8230;<br />
&#8220;Setelah kenal Android, sepertinya susah untuk menoleh ke hp yang lain&#8221; (kecuali dikasih/dibeliin).<br />
Keempat..<br />
&#8220;Setelah kenal ibu, sepertinya sulit untuk ke ibu-ibu yang lain&#8221; (ya iyalah masa ya iya jrenk).<br />
Seperti itulah awal mula gw pake twitter, lalu..</p>
<p>Postinganku di friendster&#8230; (eh, emang masih ada akun gw?) Forget it! &#8216;_&#8217; hohoho..</p>
<p>Dan baru-baru ini baru saja ada sosial media pendatang baru yaitu Google+.  Dilihat dari sekeluruhan fiturnya google+ itu seperti gabungan aplikasi facebook dan twitter. Karena penasaran, gw coba main itu dan ikut posting serta meramaikan kancah dunia persosialmediaan (emang ada istilah gitu?). Tapi gw cuman bentar gabung di khalayak Google+. Habisnya dia bukan google++ sih (apa coba), jadinya kurang nikmat servisnya dan sedikit peminatnya.</p>
<p>Begitulah sekiranya kegiatan gw di sosial media dan dengan berbagai penulisannya.</p>
<p>Kalo tadi itu adalah tentang karya-karya gw di bidang dunia maya/online/sosial media. Nah, kini karya gw di dunia nyata. Karya di dunia nyata bisa juga diambil dari hobi. Misalkan hobi orang itu mancing, berarti karyanya/hasilnya adalah Ikan. Nah, masalahnya gw bingung menjelaskan karya gw di dunia nyata.<br />
Karya = hobi = hasil (rumus ngasal).<br />
Klo gw sih hobi gw adalah tidur. Jadi kalo disimpulkan: Karya = tidur = iler. Itulah karya gw (pemotif sarung bantal).</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/humoria/'>humoria</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=421&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/30/humoria-denisraditya-bab-ii-karya-gw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humoria @DenisRaditya Bab.I (Sejarah GW)</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/29/humoria-denisraditya-bab-i-sejarah-gw/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/29/humoria-denisraditya-bab-i-sejarah-gw/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 07:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>
		<category><![CDATA[humoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah GW (kapan gw pernah mati dan jadi pahlawan yoy?) Halo.. Kenalkan, nama gw Denis Raditya Putra Remaja Jurusan Jakarta Ketimpa Kelapa Nggak Apa-apa Tapi Akhirnya Mati Juga Masuk Neraka Hanya Sementara Lalu Migrasi ke Surga Untuk Berbahagia Selama-lamanya. Cukup panjang dan melelahkan, kan membilangnya? Klo gitu biar singkat panggil aja gw: Denis, cukup Denis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=419&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah GW<br />
(kapan gw pernah mati dan jadi pahlawan yoy?)</p>
<p>Halo.. Kenalkan, nama gw Denis Raditya Putra Remaja Jurusan Jakarta Ketimpa Kelapa Nggak Apa-apa Tapi Akhirnya Mati Juga Masuk Neraka Hanya Sementara Lalu Migrasi ke Surga Untuk Berbahagia Selama-lamanya. Cukup panjang dan melelahkan, kan membilangnya? Klo gitu biar singkat panggil aja gw: Denis, cukup Denis (huruf awal jangan diganti &#8220;P&#8221;) ingat itu! </p>
<p>Yupp! Itu baru nama gw belum yang lain-lain lebih panjang lagi (apa coba). Ciri-ciri pisik gw, eh pake &#8220;F&#8221; fisik bukan &#8220;P&#8221;, emangnya gw Urang Sunda? Tpi emang iya sih! <img src='https://s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) Gw keturunan Palembang-Barat (Jawa). Ciri muka gw.. Nggak terlalu jelek sih, malah bisa dibilang cukup ganteng klo dibandingkan dengan wajah kakek gw yang sekarang ini (ya iyalah, masa ya iya jrenk). &#8220;Nggak percaya klo gw ganteng?&#8221; Lo liat aja gw, ganteng kog! (maksa). Ngeliatnya sambil naek motor 250cc pake helm full face dengan kecepatan 100km/jam sambil noleh kanan (ada gw di sebelah kanan lo selewat).</p>
<p>Udah ah cukup ngegantengin diri, sekarang kita masuk ke cerita tentang sejarah gw (lah, emang daritadi belum cerita?).</p>
<p>Okok, part 1.<br />
Nama gw&#8230;.. “Oi, nama udah barusan dijelasin!”<br />
Oh, iya yah.. Siapa tahu ada yg lupa dan pengen diingetin lgi. &#8216;_&#8217; hohoho..<br />
Klo gitu yang belum apa yoy?<br />
Menurut kalian apa, hayoo?<br />
Bodo&#8217; masa!<br />
Gw juga bingung mau nyeritain apa nih, soalnya hidup gw flat, gw aja lahir bulan kemaren langsung umur 23, gimana coba?<br />
Yoweslah, sekian cerita tentang sejarah gw, itu aja dan dilarang protes!<br />
Sekian dan terimanasi.</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/cerpen/'>CERPEN</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/humoria/'>humoria</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=419&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/29/humoria-denisraditya-bab-i-sejarah-gw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bab Merah</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/bab-merah/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/bab-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 06:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[@DenisRaditya Siap-siap meluncur: #BabMerah &#8211;&#62;&#62; http://t.co/P3Z2p3qb Filed under: BAB MERAH<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=357&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>@DenisRaditya Siap-siap meluncur: #BabMerah &#8211;&gt;&gt; http://t.co/P3Z2p3qb</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=357&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/bab-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tulisan kecil</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/tulisan-kecil/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/tulisan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 06:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Seperti musik, ciumanmu menimbulkan banyak macam suara yang asik. Pada awalnya wanita itu bukan mata duitan, melainkan mereka hanya ingin berkesan mahal saat kita mendapatkan, setelahnya kita dapat membuat mereka menjadi pengertian, atau malah membuatnya terlena dengan apa yang telah kita manjakan. Penulis itu mesti memperhatikan tata bahasanya dalam menulis, setelah itu baru makna cerita. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=354&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti musik, ciumanmu menimbulkan banyak macam suara yang asik.</p>
<p>Pada awalnya wanita itu bukan mata duitan, melainkan mereka hanya ingin berkesan mahal saat kita mendapatkan, setelahnya kita dapat membuat mereka menjadi pengertian, atau malah membuatnya terlena dengan apa yang telah kita manjakan. </p>
<p>Penulis itu mesti memperhatikan tata bahasanya dalam menulis, setelah itu baru makna cerita. Terkecuali kalau dia menulis hanya untuk dikonsumsinya sendiri tulisannya.</p>
<p>Dan apapun karya tulisannya, selalu ada bangsa pasarnya masing-masing. </p>
<p>Aku hanya penulis amatir, yang mencoba membahasakan dunia dengan cinta. </p>
<p>Bekerja di bawah tekanan itu terkadang memunculkan inspirasi tak terduga yang luar biasa hebatnya; bila kita dapat memaksimalkan seluruh kemampuan dengan kemauan yang kuat. </p>
<p>I love you with all my heart and soul. </p>
<p>Bahagia itu sederhana; melihatmu tersenyum untukku, pun tulusmu mencintaiku. </p>
<p>Cinta dapat membutakan, ia menerima bila sedang dimanfaatkan; hanya merasa bahagia bila sedang bersama.</p>
<p>Rindu seperti kupukupu, di tengah gurun ia kehausan bersama putikputik kekeringan.</p>
<p>Rindu seperti badai di hati;  memporak-porandakan segala hasrat dan angan.</p>
<p>Aku terjatuh, sangat dalam hingga palung hati; dikarenakan cinta, karenamu.</p>
<p>Yes i&#8217;m in love and i&#8217;m like a fool because of you.</p>
<p>I don&#8217;t know what do you want from me, but i know i want you more than you need me.</p>
<p>Kamu narkotika, yang dapat membutakan dunia; dan aku penikmat sejati dari candunya. </p>
<p>Aku lebih mencintai sepi; dengan begitu aku lebih khidmat dengan kenangan, pun bermonolog. </p>
<p>Cinta butuh makan agar terus hidup, bila ia salah makan; maka akan meninggalkan. </p>
<p>Berbahagialah orang-orang yang menghadapi kegalauan; karena sesungguhnya mereka sedang menuju kebahagiaan.</p>
<p>Seseorang yang berbicara banyak tentang cinta, belum tentu ia paham akan segala seluk beluknya luka.</p>
<p>Aku punya rahasia pengobat patah hati, yaitu jangan takut kehilangan dan jangan menutup diri; karena semua hanyalah sekedar titipan.</p>
<p>Ketika cinta datang, maka keegoisanmu akan pergi dan rindu semakin menjadi-jadi.</p>
<p>Cinta akan kuat bertahan, selagi dilandaskan kasih dan sayang.</p>
<p>Pergilah dengan tenang, carilah cinta yang membuat engkau menang.</p>
<p>Rindu itu, ketika malam datang aku bermain gitar menyanyikan semua lagu tentangmu sendirian.</p>
<p>Jangan sembarang kau bermain dengan api pabila kau tidak mengerti tentang tariannya; maka api itu akan melahapmu sia-sia.</p>
<p>Apabila kau memang menjadi sebuah cobaan, maka akan aku hancurkan.</p>
<p>Have a good night, thank you for this night, thank you for everything; and i&#8217;m still missing you in the morning.</p>
<p>Belilah barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan; maka kau akan lebih menyayang.</p>
<p>Tidak baik pabila engkau banyak tiduran, terlebih jika sendirian; maka sertakan aku untuk berpelukan.</p>
<p>Dalam setiap kecupan, terbukalah keran perasaan.</p>
<p>Tidak ada yang salah pada hilangnya cinta pertama, hanya saja sejatinya cinta belum dipertemukan untukmu.</p>
<p>Karena cinta aku selalu dibuat lelah, tapi karena cinta pula aku tak mudah punah.</p>
<p>Kata orang cinta itu indah pada awalnya, tapi menurutku cinta itu juga indah ketika kita kehilangannya; menjadi puing-puing kenangan nantinya.</p>
<p>Kata orang cinta pertama itu segala-galanya, bagiku cinta terakhirlah yang akan selalu memberikanku nyawa.</p>
<p>Cinta itu hanya pada awalnya, selanjutnya di nilai dari ketulusan dan kejujurannya.</p>
<p>Bagaimana tidak orang lain merasa jenuh kepadamu, pabila engkau jenuh terhadap kehidupanmu sendiri.</p>
<p>Bagaimana bisa engkau begitu cepat melupakanku, cinta; itu artinya kau tidak sungguh-sungguh mencinta.</p>
<p>Bagaimana bisa aku tidak melupakanmu, cinta; bila di setiap harinya kau hanya memberi perih dan derita.</p>
<p>Apa kabar cinta? Apakah kau kenyang makan hari ini makan cinta?</p>
<p>Kukatakan kepadamu: rusukku yang hilang, janganlah kembali padaku dan tetaplah menjadi bagian luar tubuhku; kukatakan kepadamu.</p>
<p>Kala gelap dekaplah dadaku, jika terang pergilah menjauh, pabila senja kembalilah padaku.</p>
<p>Api yang kian membara, hanya dapat membakar diluar batangan racun tubuhku, bukan di dalamnya.</p>
<p>Entah mengapa, terkadang hidup terasa hilang; disesap abu, dikrumun asap, yang semakin jelas hanyalah kepulan tragedi yang tak pernah lesap dari ingatanku, membuntang.</p>
<p>Ada kalanya waktu berdiam diri, ia enggan mendetakkan jarumnya. Seakan dunia terasa hampa, seperti jantung yang tak mau memompa. Ada saatnya kita bercengkerama dengan heningnya malam, disaat para jangkrik riuh bernyanyi belomba merdu memanggil pasangannya. Sedangkan aku, duduk menyendiri menghisap racun memainkan asap dari mulutku, terbakar sudah nyawaku.</p>
<p>Udara malam merasuk ke rusukku, perlahan tapi menusuk. Meliuk-liuk bagai tarian ular mengeliling tubuhku, leherku, telingaku, pun romaku. Dan langit-langit kamar menjadi saksi dari hati yang membisu, biarlah sepi membunuhku.</p>
<p>Kamu tahu apa itu kuburan? &#8220;Ya, itu tempat dimana kita akan dipertemukan dalam kelupaan, dengan segala ketenangan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Cinta itu hakiki, bila kita berjuang tidak selalu merasa berkorban dan pamrih&#8221;.</p>
<p>&#8220;Apa yang akan kau lakukan bila aku mati?&#8221;. | &#8220;Aku akan diam-diam mengendap masuk ke kamarmu dengan mengeruk tanah di sebelahmu, lalu kita bercinta sampai mati lagi&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mau tahu sedalam apa kepedihanku?&#8221;. Kumpulkan semua airmatamu di dalam suatu wadah yang besar dan kau mandi di dalamnya, itu hanya baru gambaran kecil dari goresan di hatiku.</p>
<p>&#8220;Bagiku, berkata CINTA tidak sesulit berkata PISAH&#8221;.</p>
<p>Bagaimana bisa aku merasakan kehilanganmu, bila memilikimu saja aku belum pernah.</p>
<p>Bagaimana bisa aku memberikan cinta, bila rasa saja aku belum punya.</p>
<p>Bagaimana bisa aku memperhatikan, bila jiwaku saja mengembara entah kemana.</p>
<p>Bagaimana bisa aku tertidur lelap, bila pikiranku penuh dengan panorama wajahmu.</p>
<p>Bagaimana bisa aku tuk terus bertahan, bila hubungan ini telah hanyut di samudera entah berantah.</p>
<p>Bagaimana bisa aku hidup, bila nafasku pergi seiring dengan kehilanganmu.</p>
<p>Bagaimana bisa aku merasa pilu, bila tak sekalipun kuterluka karena cinta.</p>
<p>Bagaimana bisa aku merasa sendiri, bila cintamu selalu menemani cintaku.</p>
<p>Bagaimana bisa engkau melupakanku, bila kenangan tentangku terpahat di dasar hatimu.</p>
<p>Bagaimana bisa aku terlupa, bila ciuman pertamamu masih terasa manis kian hari di bibirku.</p>
<p>Bagaimana bisa aku bangun cepat, bila sedang berada di pelukanmu malam ini.</p>
<p>Bagaimana bisa engkau melarikan diri, bila aku telah mengurungmu di ruang hatiku.</p>
<p>Bagaimana bisa aku melukaimu, bila telah bahagia walau tak bersamaku.</p>
<p>Ketika dunia tak harus tahu; bahwa aku tetap mencintaimu di hatiku.</p>
<p>Terkadang, terlalu banyak tahu itu membuatmu menjadi tidak normal di mata yang lain.</p>
<p>Selamat tinggal mantan kekasih, kini kau hadir sebagai pelengkap rusuk yang hilang; kini kita hadir dalam kesetiaan hidup, pun mati. Sebagai suami dan isteri yang kucintai.</p>
<p>Aku senang sudah mengenalmu, hanya saja.. kamu terkadang menghilang; bukan dari harihariku melainkan dari hatiku.</p>
<p>Aku ingin minum segala yang ada di bibirmu, di matamu, pun hatimu.</p>
<p>Seandainya saja ada waktu dimana kita sehari bersama, semalam berpelukan. Lalu kita bercerita tentang keluh kesah hari ini, dan melenguh di bawah terang bulan, selanjutnya menyambut mentari pagi dengan sebuah senyuman dalam sebuah dekapan.</p>
<p>Hujan deras sekalipun tak menyamarkan bau jejakmu, yang ada hanya mengkristalkan rindu, menyejukkan kenangan.</p>
<p>Use your logic, use your logic, and then use your heart.</p>
<p>Seperti malam-malam biasanya, seperti gurindam yang tak habis maknanya; aku masih mencari, yang mana berarti yang mana belati.</p>
<p>Bergetar senar rindu dari lubuk hatiku, entah itu sekedar marka ataukah rasa yang datang kepadamu. Menginginkan engkau menjadi rembulan merah jambuku, mendambakan engkau menjadi suatu nada indah di nadiku. Dapatkah kau menjawab pintaku, ataukah sekedar senda gurau di matamu?</p>
<p>Hening malam dengan angin yang tenang, terduduk di kamar gelap sendirian. Bukanlah biasa inspirasi yang berterbangan dalam angan; memunculkan kerinduan yang sangat rawan.</p>
<p>Ketika bumi tak berotasi, ketika matahari tenggelam ke sepi, tetap ada terang di hatiku, masih terus berjalan kehidupanku; dengan adanya dirimu disisiku, semua terasa normal bagiku.</p>
<p>Bila aku bisa bahagia sebelum ada kekasih, maka aku juga dapat tersenyum indah walau tidak ada (ditinggal) kekasih.</p>
<p>Beritahu aku cara menaklukan hatimu, maka akan aku bisikan tentang rauman rindu di telingamu sepanjang waktu.</p>
<p>Masih tertinggal bekas percikan bola salju, kian dingin menerpa wajahmu. Menjagamu agar tetap sadar, tuk menilai mana yang nyata dan mana yang samar.</p>
<p>Semoga aku tidak cepat jatuh cinta, karena jatuh itu sakit dan mencintai itu penuh dengan luka katanya. Jadi yah, tetaplah menebar jala.</p>
<p>Aku kangen kamu, hampir di setiap waktu. Sungguh noraknya aku, yang mencintaimu dalam diam, dan memilikimu diamdiam.</p>
<p>Aku mau ketemu kamu; mencium keningmu lalu memelukmu. Setelah itu kita saling tersipu malu.</p>
<p>Jika kerinduan itu hanyalah sebuah keteduhan, maka tak patut kau merasakan luka pada setiap cinta yang kau punya.</p>
<p>Jika kau merasa dapat mengukur sebuah rasa, maka bumi akan berhenti untuk merotasikan dirinya.</p>
<p>Pada dasarnya cinta itu adalah sebuah kebutuhan rasa yang di dapat dari untaian hasrat dan kasih sayang.</p>
<p>Pada intinya aku masih mencari, dan terus mencari. Aku menggali dan terus menggali. Hingga akhirnya kutersadar, bahwa lapisan terataslah yang semestinya kunanti.</p>
<p>Aku memilah rasa, seperti aku berdiri di atas bumi tapi tak pernah memijaknya; merasakan kehadiran yang semestinya telah kurasakan sebelumnya.</p>
<p>Coba kau tanya hati dan pikiranmu, terkadang mereka berbeda pendapat tentangku; pikiranmu membutuhkanku karena sekedar teringat akan hadirnya diriku, hatimu membutuhkanku karena untuk memuaskan egomu. Benarkah itu, tanya hati dan pikiranmu.</p>
<p>Mengapa kau harus berdiam dalam doa, apakah Tuhan itu tuli dan buta? Bukankah hanya sajadah yang mendengar teriak maupun isak tangismu mengenai cinta dan duka?</p>
<p>Bila memang kau mengenal arti ketulusan, apakah sudi bila kau memakan daging yang setiap hari anjing jalanan kelaparan memanggil-manggil namamu? Dan tulus itu bukan terlahir dari diam; dari tergeraknya nurani untuk saling mengasihi.</p>
<p>Kembalilah padanya, bila kau masih hidup di masa lalu. Datanglah padaku, bila kau bersedia hidup untukku.</p>
<p>Cinta tak pernah memaksa, hanya saja kenangan yang mencoba menguak kembali perasaan rindu, pun dendamnya.</p>
<p>Cinta tak pernah memaksa, hanya saja keegoisan yang mencoba untuk memilikinya.</p>
<p>Aku juga rindu; kala keluguan masih melekat padaku, membuat semuanya nampak indah dan lucu.</p>
<p>Dan kenangan; satusatunya kendaraan untuk mengingat semua panorama indah, termasuk sebuah senyuman.</p>
<p>Dua bocah saling bercerita, tentang apa yang terjadi dan apa yang dikhayalkannya. Bertingkah lugu seolah dunia tak akan berlalu, hingga tiba kalanya mereka terpisah dan dipertemukan waktu, lalu saling merindu.</p>
<p>Waktu dan jarak bukanlah penghalang bagi sebuah persahabatan.</p>
<p>Ketika manusia tak punya rasa bersalah, maka ia tak ada harganya; terlebih lagi ia tak mampu untuk menghargai orang lain, pun dirinya.</p>
<p>Iblis dalam diri satu persatu bermunculan, menertawakan dendam yang bermekaran; hingga ada yang mati, atau menyembah kepada kaki.</p>
<p>Iblis tak perlu nasehat, iblis hanya perlu sesat.</p>
<p>Kau harus lebih daripada malaikat untuk meredupkan api iblis.</p>
<p>Semua akan menemukan akhir dari segala pencarian; pabila kau menerima segala kekurangan, pun memberi sebuah pengertian.</p>
<p>Bila tak ingin ada tekanan dalam suatu hubungan, maka jangan dipaksakan. Tapi, sejauh mana rasa ini dapat bertahan dalam kesendirian?</p>
<p>Aku jauh dari sempurna, layaknya sebuah lilin menyala dalam kegelapan; bila tak ingin duniamu menjadi gulita, maka jangan kau mainkan apinya terlebih kau redupkan.</p>
<p>Sepi pun enggan membunuhku, dari lirihnya perasaanku yang terbeban; hubungan yang selalu memilu, hingga mati tak ada kepastian.</p>
<p>Punya pacar rahasia selain kekasih kita; sama saja dengan menggenggam sebuah bom waktu, yang pecah ledakannya kala perang dunia.</p>
<p>Ketika kepalamu terasa pusing, istirahatkanlah sejenak pikiranmu; ketika kekasihmu berpaling, ikhlaskanlah bahwa dia bukan jodohmu.</p>
<p>Entah kapan aku dapat berhenti memikirkanmu, mungkin di alam kubur pun aku menjawab semua pertanyaan malaikat dengan jawabannya namamu.</p>
<p>Saat-saat yang mendebarkan adalah sebuah kecupan yang diawali dengan senyuman lalu ditutup oleh sebuah pelukan, dan saat-saat yang mengharukan adalah ketika kehilangan.</p>
<p>Ajari aku cara membasuh perih, bukan dengan obat luka; melainkan dengan hangatnya pelukan dan manisnya ciumanciuman.</p>
<p>Bukan mood yang menguasai kita, melainkan kita yang menentukan mood kita sendiri. i&#8217;m controlling my self.</p>
<p>Dari keraguan lahirlah suatu kebenaran, dari kegalauan terciptalah suatu keindahan.</p>
<p>Ciuman kita basah, sayang; seperti kucing yang sedang memandikan kucing. Pelukan kita teduh, kasih; seperti beringin yang tak tertembus oleh terik.</p>
<p>Seperti dalam permainan catur, logika adalah di atas segala-galanya. Terkecuali untukmu, aku kibarkan bendera putih dan kuberikan rajaku; bukan untuk kau basmi, melainkan untuk kau simpan dalam hati.</p>
<p>Hey ababil yang penuh dengan omong kosong dan hatinya bolong-bolong, semesta itu tak hanya sekecil tong; yang isinya hanya kalong dan garong.</p>
<p>Aku suka dengan cerita yang diiringi oleh sebuah senyuman; seakan hati merasakan penuh keteduhan.</p>
<p>Pada pandangan pertama aku jatuh cinta, terkapar pasrah imajinasiku dimesra olehmu.</p>
<p>Tiada hari yang aku ucapkan dengan buaian kasih sayangku kepadamu; melainkan perlakuan dari ketulusan cita cintaku padamu itu lebih mutu.</p>
<p>Bahwa cinta tak semestinya selalu indah, dan hati tak harus hanya menerima suka. Ciciplah sebuah duka, karena itu lebih bermakna dalam menumbuhkan kedewasaan kita.</p>
<p>Ada dunia dimana kau hanya bisa melihat, tapi tidak untuk mendengar dan merasakan; yaitu dunia kebodohan.</p>
<p>Peran wajah dalam percintaan; terkadang menyelamatkan, kebanyakan menyesatkan.</p>
<p>Peran kerinduan dalam percintaan, adalah menjadikan jarak dan waktu sebagai pelengkap suatu keindahan dari buah kesabaran.</p>
<p>Mengatakan bahwa kau berjiwa pemimpin, sesungguhnya kau hanya menjalankan keegoisanmu, ujar cermin.</p>
<p>Pemimpin itu adalah yang mengayomi bawahan, bukanlah meniadakan hak kemanusiaan.</p>
<p>Pencinta itu hanyalah sebuah pengabdian, bukanlah hasrat untuk memenuhi semua kebutuhan.</p>
<p>Tak perlulah kau meminjamkan kesedihanmu padaku, tak patutlah aku merasakan dahulu kehilanganmu lalu mencintaimu.</p>
<p>Jika katamu malam itu gelap, maka bagiku siang pun gulita; bila hari-hariku tanpamu.</p>
<p>Kekhawatiranku bukan pada ketakutanku kehilanganmu, melainkan kecemasanku setelah tiadamu; dan kenangan, aku masih hidup di masa lalu.</p>
<p>Ada hasrat yang mengalir dari setiap kecupanmu, ada hangat yang meresap dari teduh pelukmu.</p>
<p>Hati-hati pada perhatian, perhatikan hati untuk kepastian sehati.</p>
<p>Sial! Lagi-lagi aroma tubuhmu membaui hingga perasaanku; menambah kerinduan, membuat kegalauan.</p>
<p>Dalam tidurmu, dekaplah aku di ingatanmu; ketika nanti kau membuka matamu ada aku selalu, di hatimu.</p>
<p>Tuhan memejamkan hatiku sejenak beberapa saat lalu, lalu membukanya kembali seiring waktu : dengan begitu aku dapat melihatmu, cintaku.</p>
<p>Ini pagi, tempat aku bercerita tentang kisah kita semalam.</p>
<p>Ini pagi, kukenalkan kepadamu tempat dimana kita saling melihat dan tersenyum dalam dekapan semalam.</p>
<p>Ini pagi, dimana aku masih menyayangimu tidak hanya sebatas tadi malam.</p>
<p>Pagi ini aku pergi, untuk menantang siang yang terik lalu bertemu denganmu kembali kala senja, dan kembali kita berkasih kala malam; mencumbu rindu, bercinta di bawah terang bulan yang sedang memandang kita, dia cemburu.</p>
<p>Ini pagi, pagi ini; hingga pagi lagi.</p>
<p>Tanpa kiasan kau mengatakan: aku merindukanmu seperti hari-hari sesudah kita bercumbu, ku nanti kembali bertemu; mengobati segala yang saru.</p>
<p>Jika CINTA sebagai subjek dan RINDU menjadi objek ditambah KAMU, jadinya: CINTA itu tentang meRINDUmu selalu.</p>
<p>Jika Rindu menjadi subjek dan CINTA sebagai objek ditambah KAMU, hasilnya: Rindu itu, citaku menCINTAmu.</p>
<p>Mari kita berbicara tentang pilu, bisa saja tentang ujian hati ketika sedang merindu; yang terpisahkan oleh jarak dan waktu.</p>
<p>Cintaku matematika, yang akan menghampirimu lalu menggenapkan segala yang ganjil.</p>
<p>Ketika kau bersedih, ingin aku merengkuhmu. Kubisikkan tentang setitik cahaya di dalam kegelapan; bias dari butirbutir airmatamu yang berjatuhan.</p>
<p>Desain grafis tercanggih adalah letaknya di otak kita; dengan otak kita mampu menggambarkan yang belum pernah diciptakan.</p>
<p>Ketika aku menyendiri, aku dapat bercinta dengan tinta-tinta romansa. Ketika aku berlari, aku akan menyertaimu bersama mengejar cita cinta.</p>
<p>Seperti lagu kesukaanku yang kudengar sepanjang waktu; kamu, alunan nada indah di nadiku, mengalunkan terbang cita cintaku.</p>
<p>Seperti Pelangi yang indah, harus menunggu rintikan hujan barulah ia muncul. Seperti aku yang menemukanmu setelah berjalannya waktu yang selalu membunuhku; kau telah menghidupkanku kembali.</p>
<p>Dan kemudian engkau menari, di tengah rintikan hujan kau bernyanyi, memintaku datang menghampirimu; sebagai pelangi yang mengindahkan selalu hariharimu.</p>
<p>Katakanlah aku raja katakata indah, tapi sebenarnya aku tak dapat berbicara ketika kau tersenyum di hadapanku; aurora, keindahan yang tak dapat diungkapkan.</p>
<p>Hanya orang yang mempunyai hati yang bisa mengerti akan indahnya penulisan. Jadi jangan memandang sebelah mata musisi, terlebih penulis. apakah kamu punya hati?</p>
<p>Dan dengan sebuah kecupan mungkin aku dapat memahami isi hatimu daripada melalui ucapanmu.</p>
<p>Dengan mencecap lidahmu, maka kau tidak akan pernah bisa bersilat lidah padaku.</p>
<p>Kadangan kecupan pun dapat mengelabuimu bila kau tidak cermat; antara kasih dan hasrat.</p>
<p>Katakanlah dunia telah kiamat, adalah ketika kau membuat cinta kita tamat.</p>
<p>Adakah yang lebih dari kehilangan daripada rindu yang tak akan pernah tersampaikan?</p>
<p>Baik-buruknya aku menerimamu bagus-jelek rupamu; karena cinta, pun ketika bertambahnya berat badanmu.</p>
<p>Entah siang maupun kala senja nanti, aku akan mencintaimu tak hanya sampai mati.</p>
<p>Jika sebuah hubungan diawali dengan segala kebohongan, maka akan berakhir pada kesedihan.</p>
<p>Terkadang, kesendirian dapat membuat tenang; daripada di keramaian tanpa kekasih yang disayang.</p>
<p>Pelajaran dari masa lalu dapat menuntun dalam menghadapi cobaan di saat-saat ini, dan hikmah dari segalanya akan menjadi jawaban untuk melangkah di masa depan.</p>
<p>Tetaplah terang bulan bintang, teruslah benderang walau siang, dan menanti kala malam kembali datang.</p>
<p>Dalam diam sebenarnya aku berkoar, tentang perasaan yang kupendam; entah itu cemburu atau rindu yang berdebar.</p>
<p>Amarahku cukup bisa kau redam dengan sebuah ciuman, tetapi dendamku tak dapat kau redam hanya dengan sebuah kata penyesalan.</p>
<p>Aku izinkan kau untuk mati mendahuluiku, dengan begitu akulah yang akan merawat makammu; mencintaimu hingga tiba aku menyusulmu.</p>
<p>Bila nanti aku mati, maka bunuhlah aku di hatimu; teruskan hidupmu dan carilah penggantiku.</p>
<p>Tidak seperti romeo, dan aku tak ingin mati; tak ingin menyiksamu dengan cinta yang kita punya bila kau kehilanganku nanti.</p>
<p>Aku ingin menghabiskan waktu hidupku untuk merawatmu; di pelukku pun di hatiku selalu.</p>
<p>Walau kisah kasih kita telah berlalu, tapi yakin bahwa masih menyimpan rindu; tempat kita samasama berlayar ke hulu.</p>
<p>Malam yang kian berisik, memaksaku selalu terjaga. Kepada langit ku berbisik, mohon turunkan sebuah cinta; yang mengerti dan melihati, yang pasti pun tak pernah mati.</p>
<p>Tuhan, pabila Engkau sedang mengikatkan tali jodoh; jangan lupa ikatkan aku.</p>
<p>Yang perih bukanlah karena tanpa kata kau meninggalkanku, melainkan sebelumnya kau jalani tanpa hati denganku.</p>
<p>Musim kenangan, adalah musim dimana aku selalu menghidupkanmu; di hatiku.</p>
<p>Ternyata cinta, bisa membuat aku tergila-gila, hingga ingin menciummu berkali-kali.</p>
<p>Ternyata pagi menjadi lautan rindu; ketika kau membangunkanku dengan harumnya secangkir kopi pun senyum manismu, dan kau berlalu.</p>
<p>Perpisahan itu akhir, katamu. Tapi aku bisa tahu; bahwa disana terpampang panjang kristalan rindu.</p>
<p>Percintaan itu sesaat, menurutmu. tapi aku dapat melihat bahwa ego dan rindu sedang bertentangan.</p>
<p>Telah habis masa dimana cinta membungkam kata, kini saatnya tinta-tinta rasa berbicara.</p>
<p>Mudah mendapatkan, mudah pula melepaskan; cepat dicinta, cepat pula dilupakan.</p>
<p>Walaupun usia hanya sementara, tapi cinta kita kekal lebih lama daripadanya.</p>
<p>Dan dinamakanlah cinta; ketika maut pun tak dapat memisahkan keduanya.</p>
<p>Dikatakan jatuh cinta, bila teriknya siang tegar kau tantang; demi bertemu senja yang selalu membuatmu tenang.</p>
<p>Aku mencium kebohongan; adalah ketika kau mengatakan bahwa kau tak cinta, namun kau terus saja menciumku lalu merindukanku.</p>
<p> &#8220;JANGAN TAKUT KEHILANGAN, JANGAN TAKUT UNTUK MEMBUKA HATI&#8221;. Itu kunci kebahagiaan sejati.</p>
<p>Even just one day or once time; i just want to be with you.</p>
<p>Cinta Begitu indah, hingga ia mampu sirnakan luka dunia.<br />
Cinta pada pandangan pertama, seperti embun menyapa pagi yang bahagia.</p>
<p>Dan aku ingin tidur, walaupun tanpa hangatnya pelukmu; setidaknya masih ada bantal-guling dengan warna kesukaanmu menemaniku.</p>
<p>Bumi kian berotasi dan aku masih hidup dalam kenangan; masa lalu, yang kucinta tetap kutinggalkan di belakang sekuat apapun mauku.</p>
<p>Buat apa lagi aku bermimpi tentang cinta, bila aku telah memiliki kasih yang utuh untuk hatiku; kamu.</p>
<p>Tubuhku angkasa, dan kau seperti bumi di hatiku; tempat dimana cinta tumbuh dan hidup.</p>
<p>Seperti sayap kupukupu matamu, membinarkan keindahan duniawi yang menyentuh kalbuku; mematikan atmosfir jahat di hatiku ketika memandangmu.</p>
<p>Ranum bibirmu merah jambu, bak rembulan senja yang selalu kutunggu; yang telah mengurung hatiku pun membahagiakan rasaku.</p>
<p>Katakanlah aku jatuh, adalah ketika aku melihat cahaya yang berkilauan dari binar matamu. Dan teduh yang menyejukkan dari manis senyummu.</p>
<p>Ketika kau memandangku, seakan seisi dunia lenyap di matamu; yang menjadikan aku gila pun membuat aku jatuh padamu.</p>
<p>Berikan aku hatimu, maka akan kukuasai dunia hanya dengan cintamu.</p>
<p>Berikan aku cintamu, maka sempurnalah kehidupan di hatiku.</p>
<p>Berikan aku dirimu, maka tak kuhiraukan sejuta bidadari mengejarku.</p>
<p>Terimakasih Tuhan telah menciptakanmu, yang menjadi pelabuhan hari dan hatiku; akhir dari segala pencarianku.</p>
<p>Luka yang kugores di nadiku, pun belum cukup perih bila aku melihat kau bersedih.</p>
<p>Hanya dengan senyumanmu kasih, luka duka dengki pun sirna; seakan teduhnya senja memelukku mesra.</p>
<p>Terbayang wajah dari anak-anak kita nanti, sungguh indah bahagia pun lucu; sempurnalah segala kehidupanku.</p>
<p>Kamu, menghidupkan asa di hatiku, menyebarkan benih kebahagiaan yang membuatku merasa bahwa hidup ini indah denganmu.</p>
<p>Sisi jahat ku pun sirna, syaitan dalam diriku pun berlarian ketika kau datang padaku; kamu, bak malaikat penyelamat di kehidupanku.</p>
<p>Ketika dunia tak seindah syurga, tapi aku bahagia dengan memilikimu sebagai syurgaku.</p>
<p>Seperti banyak kisah cinta, seperti kata-kata romansa yang indah maknanya; ketika ada kamu, segala alunan lagu cinta mengelilingi perasaan hingga jiwaku dan tak ingin itu berlalu.</p>
<p>Dan keindahan surgawi nampak di dunia bila aku melihatmu; meneduhkan hati, menyejukkan jiwa dan pikiranku, pun masa depanku.</p>
<p>Senang berkenalan dengan namamu, parasmu, senyummu, yang akan aku pastikan keindahannya takkan sirna dan selalu terjaga.</p>
<p>Apalah arti bila tanpa kau di sisi, pun di syurga yang ramai nikmat bila tanpamu kasih; seakan hancur jiwaku berkeping-keping di bunuh lirih.</p>
<p>Jadilah kekasihku, milikilah hatiku; maka harihariku indah penuh dengan warnamu.</p>
<p>Aku selalu berusaha untuk mencintaimu tanpa pernah putus asa. </p>
<p>Cinta adalah segala pengorbanan, cintaku rela berkorban; dari ucapanmu yang selalu menyiksa pun perilakumu yang kekanak-kanakan luar biasa.</p>
<p>Aku tidak pernah tahu kapan cinta itu datang dan pergi, tapi aku lebih tak mengetahui mana cinta yang sejati; hanya dapat berharap cinta yang pasti dan abadi, pun mencintaiku tak hanya sampai mati.</p>
<p>Walau kisah kita akan hancur lebur seperti bumi, walau langit kelak berwarna abu; yang kuinginkan hanyalah bersamamu sampai akhirku.</p>
<p>Cinta bermula dari persahabatan, seperti aku diantara kamu dan dia. Bosan kau buat aku menunggu, tarik ulur perasaanku; sejatinya cinta tidaklah seperti itu, semoga kau dapati apa yang kau cari dengannya.</p>
<p>Kita melukis mimpi bersama, menggantungnya di awan cinta; khayalan kita, yang kuinginkan cita itu menjadi nyata.</p>
<p>Kulintas angkasa kuitari bumi mencarimu, di tempat yang paling sunyi pun rumah yang paling damai di hatiku; hanya untuk mendapatkan cintamu.</p>
<p>Ingin aku bisa hidup selamanya karena kamu dan hanya untuk selalu bersamamu; melukis mimpi-mimpi kita, pun mewujudkan apa yang menjadi cita cinta kita.</p>
<p>Indahnya cinta ketika kita berada di hamparan rumput hijau; bercerita tentang mimpi-mimpi kita sembari menunjukkan jemari ke langit biru melukis bersama.</p>
<p>Wajah manis sesatkan jiwa, memeras darah karena harta; pria dijajah wanita.</p>
<p>Aku terlanjur menyayanginya, tapi hanya denganmu aku dapat berbahagia.</p>
<p>Musik seperti alunan indah di sepanjang aliran darah di nadiku, berupa tempo di setiap detak di jantungku; yang menerangiku lebih dari mentari, yang menemani malamku lebih dari rembulan dan pijar bintangnya.</p>
<p>&#8220;Music is my aeroplane&#8221;. Tempat dimana aku bisa ke langit luas dan indah serta terbang bebas.</p>
<p>Musik seperti sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesahku, kekasih dalam kesunyian malamku; penerang dalam kegelapan pun menghangatkan kala kedinginan.</p>
<p>Jikalau aku disuruh memilih antara musik dan cinta; aku memilih kamu, yang menjadi sumber kecintaanku dan inspirasiku dalam bermusik.</p>
<p>Auramu mengalihkan cintaku.</p>
<p>Pernahkah anda merasa salah jatuh cinta? Saya pernah! Jatuh cinta yang bukan pada kenyamanan, melainkan hanya karena kekaguman.</p>
<p>Aku durjana yang terlalu banyak memilih; pada akhirnya tiada satupun diantara mereka yang pantas memilihku.</p>
<p>Dan ketika cinta dipertanyakan hakikatnya, maka jawablah kehendakmu pada cinta; dari apa yang kau cari, pada apa yang kau yakini.</p>
<p>Kau detak jantung hatiku, merebahlah cinta pada nyawa hidupku.</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/sajak-2/'>Sajak</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/tulisan-kecil/'>tulisan kecil</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=354&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/12/12/tulisan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>softbook 1000 sajak</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/11/08/softbook-1000-sajak/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/11/08/softbook-1000-sajak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 16:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/2011/11/08/softbook-1000-sajak/</guid>
		<description><![CDATA[baca bukuku yang berjudul 1000Sajak itu adalah kumpulan sajaksajakku yang berjumlah seribu yang tercipta dari satu inspirasi. Untuk lebih lengkapnya tentang buku pertama @DenisRaditya #1000sajak, silahkan download disini: http://t.co/aEkRNub7 Filed under: BAB MERAH<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=352&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>baca bukuku yang berjudul 1000Sajak itu adalah kumpulan sajaksajakku yang berjumlah seribu yang tercipta dari satu inspirasi. Untuk lebih lengkapnya tentang buku pertama @DenisRaditya #1000sajak, silahkan download disini: http://t.co/aEkRNub7</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=352&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/11/08/softbook-1000-sajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My second book and my community book</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/my-second-book-and-my-community-book/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/my-second-book-and-my-community-book/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 06:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[#ceritacintaku]]></category>
		<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/my-second-book-and-my-community-book/</guid>
		<description><![CDATA[http://nulisbuku.com/books/view/ceritacintaku http://nulisbuku.com/books/view/koma-bukan-titik Filed under: #ceritacintaku, BAB MERAH<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=320&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>http://nulisbuku.com/books/view/ceritacintaku</p>
<p>http://nulisbuku.com/books/view/koma-bukan-titik</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/sajak/'>#ceritacintaku</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=320&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/my-second-book-and-my-community-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalimat Sakti</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/kalimat-sakti/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/kalimat-sakti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 22:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Kaimat Sakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/kalimat-sakti/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada hatiku, yang selalu merebahkan perasaannya pada tempat yang nyaman. Kepada tubuhku, yang selalu merindukan sentuhansentuhan yang dapat melesapkan kesendirian. Kepadaku, yakinkanlah dan tenangkanlah dahulu hati dan pikiranmu. Berceritalah sepasang burung hantu tentang kejadian semalam, tentang seduan sang rembulan. Mereka bertengger di pucuk ranting rapuh, yang dibakar langsung melepuh. Bisik-bisik tentang bintang yang hilang disertai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=311&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada hatiku, yang selalu merebahkan perasaannya pada tempat yang nyaman. Kepada tubuhku, yang selalu merindukan sentuhansentuhan yang dapat melesapkan kesendirian. Kepadaku, yakinkanlah dan tenangkanlah dahulu hati dan pikiranmu.</p>
<p>Berceritalah sepasang burung hantu tentang kejadian semalam, tentang seduan sang rembulan. Mereka bertengger di pucuk ranting rapuh, yang dibakar langsung melepuh. Bisik-bisik tentang bintang yang hilang disertai dengan tangisan sang rembulan. Dan para burung lainnya berharap-harap pada kilauan yang mungkin kembali pulang.</p>
<p>Teruntuk kamu, yang tabah walau terluka hatinya, yang setia menemani rindu dan cinta; aku haturkan banyak terimakasih kepadamu, pun jarak dan waktu.</p>
<p>Sang Maha cinta, ajarkan aku cara membasahi hati dengan airmata; agar tak kering kerontang jiwaku merana.</p>
<p>Berbahagialah cinta, bila sering menangis dikala senja.</p>
<p>Aku lupa cara jatuh cinta pada-Mu, yang seharusnya lebih dari mencintai diriku.</p>
<p>Ada yang datang, ada yang pergi. Tapi itu lebih baik daripada diriku yang tak pernah kemana-mana.</p>
<p>Bisikan aku bahasa kalbu, gemakan aku suara panggilan-Mu; agar aku merasa pilu, dari segala dosa-dosaku.</p>
<p>Aku mencintaimu dalam sepi, di goronggorong di langitlangit; tempat kita memadu kasih secara sengit.</p>
<p>Puisi seperti sampah dan sajak yang membauinya; melekat dan melesap dalam perasaan kita.</p>
<p>Terimakasih cinta, kau yang telah memberikan kekuatan padanya dalam sebuah perpisahan.</p>
<p>Terimakasih rindu, yang telah menjadi jembatan untuk kecupankecupan.</p>
<p>Berbahagialah senja, walau mentari tenggelam dan kau kan sirna, namun terkenang selamanya.</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>, <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/kaimat-sakti/'>Kaimat Sakti</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=311&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/10/10/kalimat-sakti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TENTANGMU</title>
		<link>https://denisraditya.wordpress.com/2011/08/31/tentangmu/</link>
		<comments>https://denisraditya.wordpress.com/2011/08/31/tentangmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 07:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@DenisRaditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB MERAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisraditya.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Engkau selalu sendiri, meringkuk di ruang sepi, gelap dan tak bertepi Terduduk entah di tengah atau di sudut ruangan yang tak engkau ketahui Lalu engkau berjalan, mencoba mencari celah titik cahaya Engkau terus berjalan kaki, hingga tak ada tepi, dan berlari walau tertatih Deru keringatmu bercucuran, bak orang gila yang kelaparan Terus saja berlari, walau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=303&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau selalu sendiri, meringkuk di ruang sepi, gelap dan tak bertepi<br />
Terduduk entah di tengah atau di sudut ruangan yang tak engkau ketahui<br />
Lalu engkau berjalan, mencoba mencari celah titik cahaya<br />
Engkau terus berjalan kaki, hingga tak ada tepi, dan berlari walau tertatih<br />
Deru keringatmu bercucuran, bak orang gila yang kelaparan<br />
Terus saja berlari, walau nyatanya kau hanya berotasi<br />
Berputar pada kerangkeng yang menahanmu pergi</p>
<p>Engkau  matang yang terkekang<br />
Engkau hiruk yang pikuk<br />
Engkau bumi yang menunggu kehancuran<br />
Engkau cinta yang penuh kedustaan<br />
Engkau laknat yang maksiat<br />
Engkau serba yang salah<br />
Engkau bijak yang tak mampu dewasa<br />
Engkau bunga yang tak kunjung mekar<br />
Engkau labil yang penuh prinsip</p>
<p>Jadi, siapakah engkau sebenarnya?!<br />
Dan siapakah aku, sang penterjemah?!<br />
Ya..! Aku adalah engkau</p>
<br />Filed under: <a href='https://denisraditya.wordpress.com/category/bab-merah/'>BAB MERAH</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisraditya.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisraditya.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisraditya.wordpress.com&amp;blog=19674434&amp;post=303&amp;subd=denisraditya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://denisraditya.wordpress.com/2011/08/31/tentangmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="https://secure.gravatar.com/avatar/418ce67f0e0ecb1b1fda13f03eaf279a?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">denisraditya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
