Detik ini kubawa hati dengan sejuta rindu,
yang hangat melekat pada jiwa yang masih terpikat.
Ditemani cahaya jiwa,
kau hadir di dalam ku dengan sebuah pilihan yang telah terlukis,
di atas telaga senja yang tak pernah menjadi kelabu.

Biar kujadikan kau sebagai puisi cintaku,
yang hadirkan sebuah keajaiban lewat telinga,
mata,
dan kulitku yang tertidur pulas.

Melayang ku di terpa hembusan angin,
membawaku terbang.
Kunikmati,
setiap sentuhan mu mengaliri romaku.

Sungguh indahnya dunia ini,
penuh warna yang menghiasi hati.
Dan setiap detik yang terlewati,
bagaikan surga abadi dan penuh arti.

Dengan melihatmu aku indah,
Terlebih senyummu.
Karena cinta tidak buta,
cinta bisa melihat lebih banyak,
bukan lebih sedikit.

Kau adalah cinta yang tak pernah terkuak,
Kau tak pernah padam.
Kau paradigma cintaku,
Kaulah terakhirku.