Aku ulang tahun di tanggal 20 mei, semua orang dirumahku sedang mempersiapkannya. Aku tahu itu dan kubiarkan saja. Hadiah untukku sebuah jam tangan merah. Tepat tanggal 19 semua org sudah berkumpul di rumahku, ramai. Dan aku sempat ribut dengan sepupuku, si Putra. Tapi itu hanya sesaat lalu kami baikkan.

Aku iseng berjalan ke depan rumah, lalu melihat wanita remaja kembar lewat dihadapanku memainkan pinggulnya saat lewat di depanku. Aku hiraukan saja. Aku, putra dan tovan, bertiga berjalan-jalan keluar rumah dengan jalan kaki. Diperjalanan itu kami melihat satu rumah yg biasanya itu adalah warnet tpmptku bermain. Dijadikan tempat sabung kambing, dan sepertinya warga disana memperbolehkan.

Aku penasaran, dan aku dengan saudara-saudaraku menghampirinya. Kami melihat kambing-kambing yang sangat besar, ukurannya , tingginya ada yang mencapai 2 meter. Dan kagetnya, kami melihat singa, macan, yg sedang dikandangkan. “Seperti taman safari saja”, ujarku. Tpi seperti lumrah.

Setelah itu, kami bertiga berjalan, aku dan tovan jalan di sebelah kiri, pinggir. Dan putra berjalan di tengah-tengah jalan. Tanpa sepengetahuan kami, tiba-tiba ada mobil dari belakang kami ngebut, dia rem mendadak karena putra berjalan di tengah. Kamipun terhenti melihat dia nge-rem. Ada 2 lelaki di dalamnya, si penyupir turun, umurnya sekitar 40 an. Dia langsung menghampiri putra dan marah-marah, lelaki yang satunya lagi mencoba menenangkan temannya yang sedang memarahi putra.

Kata bapak itu: “kamu ini kog jalan di tengah? Ngk tau apa kalau mobil ini ada tanda tangannya??”. (Dalam hal ini, tanda tangan adalah polisi). Putra menjawab: “aku kan cuman sekedar jalan, lagian kenapa bapak tidak klakson, tpi malah ngebut?!!”. Keduanya adu mulut, kami hanya melihat dan mencoba meleraikan.

Bapak itu berang, dia langsung mengeluarkan sesuatu dan mengambil tangan putra, ternyata borgol. Dia memborgol putra seketika. Sebenarnya aku kesal dengan ulah bapak itu, tak sepenuhnya salah kami. Ingin aku pukul hingga babak belur disaat itu juga. Tapi aq berpikir lagi, nanti malam ultahku, jangan sampai mengotori tangan dan berada di sel.

Lalu aku minta maaf atas putra kepada bapak itu, bapak itu tetap keras hati dan marah-marah. Aku menunduk, hampir seperti sujud dihadapannya demi minta maaf. Aq tidak mau mencari ribut, Putra dan Tovan pun menyusul. Setelah itu, baru kami dimaafkan.

Kami berjalan lagi bertiga berjalan kaki melanjutkan, sambil cerita-cerita tentang kejadian yang mengesalkan tadi. Tapi, apa boleh buat..

Sampailah kami di suatu tempat makan, “mie celor” ujarku . Ayo kita kesana… Mampirlah kami dan makan mie celor disana bertiga, enak dan asik. Aku malah menambah, serta air minumku juga “teh tawar”. Awalnya aku minum es teh manis. Ternyata di warung mie celor itu, aq betemu 2 lelaki temanku lagi, dia dan berbincang sedikit denganku seolah dia tdk mau berbincang.

Lalu kami pulang, itu sekitar jam 9 malam klo tidak salah. Sesampainya dirumah, Tovan dan Putra langsung menghilang, rumah ramai suara tpi tidak ada orang , mereka seperti di dalam satu kamar semua. “Mungkin mereka sedang mempersiapkan sesuatu untuk mengerjaiku nanti malam” ujarku dalam hati. Mungkin gandum yang dicampur telur, atau apalah. Aq hanya berdiri di meja makan, berusaha membetulkan jam tangan hadiah itu yang rusak, lepas talinya akibat menunduk di hadapan bapak itu tadi.

Datanglah arko menghampiriku, seingatku disana ada undyt dan adikku juga. Tpi aku tak hiraukan. Ada 1 lgi pria kecil, temanku sepertinya, tapi aq lupa siapa namanya. Aku sahut dia dan aku minta bantuan dia untuk benerin jam tanganku yang rusak ini.

Aku melihat hp ku, ternyata temanku vani sms, dia tidak bisa hadir di acara ultahku. Arko, Undyt, aq, adik, dan temanku 1 lgi, kami berada di ruang tengah, meja makan. Tapi terdengar keramaian yang gaduh dari kamarku. Sepertinya mereka sedang mempersiapkan kue, atau untuk mengerjaiku. Perasaanku gundah, aneh rasanya.

Lalu aku mencoba menghampiri kamarku itu yang gaduh dari dalam bunyinya, sebelum sempat membuka pintu, aku sudah terbangun dari tidurku dengan kepala pusing dan kedinginan. AC kumatikan, dan aku langsung menulis cerita mimpi ini seingatku.