451. Sungguh indah ketika kau belah hatiku, disana ada angan yang begitu besar; aku,kamu, dan anak-anak kita nanti.

452. Sajakku; duka yang membilang-bilang, rindu yang menderu-deru, jantung yang berdegup-degup, dan sunyi yang berbisik-bisik.

453. Aku memandang rembulan; permukaannya seperti wajahmu yang lagi kesal, lucu, dan menggemaskan. Membuat aku merindu.

454. Terkadang hasrat kita merupa hewan; seperti kucing yang manja, dan anjing yang menanti dengan kesetiaannya.

455. Aku mencintaimu; aku dapat melihatmu walau terbenamnya mentari. Aku mencintaimu; bila kau pergi detak jantungku mendadak terhenti.

456. Butuh kekuatan untuk aku menyatakan cinta kepadamu. Tapi butuh ketidakwarasan untuk aku tidak mencintaimu.

457. Aku mencintaimu; sekalipun aku meski melepasmu, itu karena aku mencintaimu.

458. Izinkan aku mengantarmu ke pelaminannya; agar aku, dapat mengukur derasnya air terjun di dadaku melawannya.

459. Terkadang batu memenangkan pertarungan dengan air terjun yang menderu; seperti tabah didadaku, yang mengalir deras ketika aku bertamu di pelaminanmu.

460. Berjanjilah, untuk selalu menjaga senyum itu; Senyum keindahan yang akan selalu aku ingat bila aku telah pergi.

461. Airmata; cerita yang menghanyutkanku ke dalam bahagia untuk menghilangkan duka.

462. Aku begitu mencintaimu; ingin membuat kau tersenyum dan menangis karena bahagia, bukan karena aku.

463. Bila cinta harus memiliki, maka aku akan meninggalkanmu; aku tak dapat menjaga senyummu, karena waktuku.

464. Cintamu mengajarkanku; cara mencintai hidup, dan mencintai diriku sendiri.

465. Bila cinta adalah tangisan, maka aku hanya akan menangis untuk satu orang; yang takkan terlupakan di hidup dan matiku, kamu.

466. Aku ingin tidur, tapi sebelum kau pergi, kumohon kau untuk membangunkanku.

467. Aku ingin bercinta denganmu. Tapi sebelum kau membuka baju, kumohon kau untuk menciumku terlebih dahulu.

468. Kau dan aku, kita berdua. Seperti bilangan prima, yang hanya dapat di bagi oleh satu yang namanya; cinta.

469. Bila mencintaimu itu tak tercukupi oleh waktu; aku akan memutarbalikkan jam dindingku.

470. Tangismu adalah cerminan rasamu kepadaku; cinta yang sejati, bila kau bertahan hidup tanpaku, dan tersenyum selalu untukku.

471. Aku beruntung bersamamu, kekasihku; seperti teman baikku, bukan pengatur hidupku.

472. Terkadang aku tak tahu dimana aku harus memulainya terlebih dahulu; mencintaimu, atau melukaimu.

473. Bila mencintai itu adalah melukai; maka tubuhmu sekarang sudah penuh sayatan jemariku yang selalu mencabik-cabik setiap sudut keindahanmu.

474. Sesaat kumemandang fotomu di dalam dompetku; seakan membakar rindu yang sedang menderu, seperti pisau yang memisuh pilu.

475. Cinta yang pengertian; cinta yang saling memahami. Memahami disaat kau sedang meluka, atau melukai.

476. Cinta seperti setitik arimata di tengah gurun merindu; yang sangat berharga di setiap duka dalam perjuangannya.

477. Jika mencintai; pembelajaran, mungkin aku sudah mendapatkan gelar. Jika memiliki; pekerjaan, mungkin aku sudah mendapatkan posisi.

478. Jika mencintai adalah sebuah kehinaan; maka sudah tak ada seutas pun urat malu di diriku.

479. Cinta yang diam-diam; ketika kau masuk ke kamarku dan mencumbu dengan tanpa suara, bersaksikan malam.

480. Setelah kita bercumbu sayang, dan sebelum kau pergi meninggalkanku; kumohon kau untuk menciumku, agar ku tahu rasanya merindu.

481. Ketika kau merindukan nyanyianku, dan aku tak dapat bersuara lagi; aku bernyanyi melalui lolongan bulan disaat segala letih.

482. Cam kan ini sayang!, aku takkan meninggalkanmu hingga kau yang pergi menjauh; cinta yang takkan utuh tanpamu.

483. Ketika kau menulis luka, lukislah di atas air. Dan ketika kau memahat rindu, ukirlah di dalam syair.

484. Jika cinta itu matematika, maka 1 + 1 = 3; aku, kamu, dan cinta.

485. Jika cinta itu gila, maka aku akan lebih terwaras-waras mencintaimu.

486. Jika cinta itu adalah suatu penyakit, maka aku akan menghampirimu agar terjangkit.

487. Jika cinta itu gila, maka aku sedang menggilaimu.

488. Jika cinta itu gila, maka sudah lama aku tergila-gila padamu.

489. Jika cinta itu dusta; maka aku akan berpura-pura tidak mencintaimu.

490. Dan hal yang paling berat dalam cinta; ketika aku berpura-pura untuk tidak mencintaimu, melihatmu bergandengan tangan dengannya, mesra.

491. Jika cinta adalah deru dan debu, maka aku pejamkan mata yang terkena iritasi olehmu; kita yang berciuman dengan lebih syahdu.

492. Aku berlari kehilangan harapan, mencari dimana berada bayangan. Dan ku tersedu dalam ketiadaan, bertanya pada cinta yang angan.

493. Tak perlu waktu untuk aku mencintaimu; semua seakan berjalan lamban dengan sendirinya.

494. Tak perlu waktu untuk memikirkanmu; seakan aku terhirup ke suatu tempat dimana tak ada yang tahu.

495. Hujan merintikkan doa, membasuh pecinta; suara hati merdu, yang mengkristalkan rindu.

496. Syair ini, tak perlu kuselesaikan dan tak ingin kuselesaikan; hingga nanti kita di syurga, tak hiraukan akan cinta dan harapan.

497. Engkaulah puisi cintaku, yang membait di tiap rindu. Engkaulah puitis rasaku, yang menyair di tiap larik-larikku.

498. Kau percaya akan setiap dusta yang aku buat, seakan menamparku dengan cinta yang nurbuwat.

499. Selamat pagi #ceritacintaku , semoga kau selalu tersenyum di harimu; denganku atau tanpaku.

500. Selamat malam #ceritacintaku , kuharap kau terlelap dalam mimpi yang indah kusulap.