501. Selamat sore senjaku, aku menantimu bercumbu di bawah sinar rembulan merah jambu; di bingkai malamku.

502. Tangismu membuatku tersedu, senyummu membawaku teduh, kasihmu menjadikanku teguh, sabarmu mengalahkan waktu.

503. Seribu langkah di mulai dari langkah yang pertama. Sama seperti cintaku padamu; dari meluka hingga kita menikah.

504. Luka-luka yang luar biasa; cinta kita. Menahan deru dalam dada; rindu kita.

505. Bila kau meluka, janganlah lupa membubuhkan rindu di dalamnya. Agar kelak, tak hambar untuk cerita cinta kita.

506. Pada luka kubertanya, kemanakah cintaku ini bermuara? Pada cinta ku berbicara, tentang luka, dan hatimu yang rumah.

507. Surat cintaku yang pertama; untukmu sewaktu aku berucap cinta. Surat cintaku yang kedua; untukmu ketika aku telah tiada.

508. Aku pergi ke toko, untuk membeli aspirin. Tapi aku mendapatkan obat pusing yang lebih; kecupan bibirmu.

509. Bibir merahmu, manjaku; bolu terlembut dan termanis yang pernah aku cicipi.

510. Dan cintaku melebur disaat terjadi dua hal; Disaat kita bercinta, dan sewaktu kita berpisah.

511. Disaat aku cuek, kecuplah bibirku; disana kau akan temukan aku, suatu perhatian yang lebih.

512. Disaat aku tertidur dan kau beranjak pergi. Tolong bangunkan aku, dan pastikan bahwa kau akan merindukanku.

513. Senyummu; peneduh luka disaat aku berpikir semua ini tidak nyata.

514. Ajari aku untuk membunuh kenangan, manjaku. Agar aku tak sekedar memimpikanmu, pun merindukanmu.

515. Jika airmata dapat berbicara, maka ia akan berucap cinta di setiap tetesannya.

516. Karena aku adalah sang pejuang, yang selalu mencintaimu walau luka-luka menghampiriku.

517. Semua yang kucipta untukmu, dari laguku, tulisanku, dan khayalanku; semua tentangmu.

518. Izinkan aku untuk membencimu, agar aku tak bisa melupakanmu, kenangan.

519. Disetiap nafasku ada kata cinta; namamu.

520. Jika hujan turun; aku bersedih kehilanganmu.

521. Dan gelap pun tak menggundahkan kita; aku masih bisa melihatmu walau terbenamnya cahaya.

522. Bayangkanlah aku, kotorilah pikiranmu dengan aku. Karena itu, salah satu obat penawar rindu.

523. Malam ini, dan saat ini juga aku sedang menujumu; adakah kau ingin sebuah bintang untuk kubawa padamu?

524. Aku hanya ingin menikmati kerinduan ini, cinta. Hingga aku bertemu suatu akhir yang tak ada.

525. Tak peduli, bila kau banyak menjangkiti, menyakiti, hati; aku menikmati.

526. Kamu dan merah, cocok yang sempurna. Kutex merah, gaun merah, darahku pun berwarna merah; bila harus melumurimu, aku bersedia.

527. Ketika luka-luka menantang, aromamu masih semerbak menggantang. Menyejukkan rindu yang matang, menuju rumahmu yang lapang.

528. Kukulum bara kokas, udara penuh panas mesiu. Jantungku hilang tak berbekas, tertembus peluru menuju hatimu.

529. Ketika cintamu mati, kau tidak perlu mati bersamanya. Karena cintamu, akan mati bersamaan dengan hatiku.

530. Cinta itu; Ketika luka menitikkan airmata, pun kau masih peduli dan setia menunggunya, itu cinta.

531. Cinta itu menjadikan kita kembali muda. Maka, pun luka-luka itu menutup dengan sendirinya.

532. Mempesonanya kamu, merona senyummu; mematikan aku.

533. Cinta tidak perlu kata ‘maaf’, karena cinta akan memaafkan sendiri kesalahannya; dengan ciuman dan senyuman.

534. Cinta tidak perlu kata ‘maaf’, karena cinta akan memaafkan sendiri kesalahannya; seperti ciuman pada sariawan.

535. Aku sedang demam meriang, sayang, aku butuh kamu untuk terbang, berdendang dalam tenang yang panjang.

536. Bila kau tersakiti oleh cinta, izinkan aku mencecap perihmu. Agar kita mati bersama., dalam keabadian cintamu.

537. Cinta kita seperti berhala yang tak patut disembah. Mati dalam kehidupan, hidup dalam cinta.

538. Cintaku selalu optimis; disaat aku terjatuh, ada kau yang memapahku berdiri.

539. Aku sangat serius merindukanmu; hingga nada di nadiku selalu bercerita tentangmu.

540. Cintaku gelandangan, dan hanya akan pulang ke hatimu, yang rumah.

541. Jika siang terlalu memaksamu pergi, maka senja akan memberikanmu rumah; menuju hatiku.

542. Jika malam terlalu kelam, dan dingin selalu menyelimutimu; aku, embun pagi, dengan mentari yang menghangatkan ceriamu, menjaga senyummu.

543. Kala senja merona, dan malam membuatnya sirna; saat kita bersama, dan saling meluka. Pada cinta, dan lupa yang mustahil.

544. Aku berada di detak jantungmu, apakah kau dapat merasakan suara degup itu?; suara yang membuatmu tertawa dan menangis sedu.

545. Cinta kita seperti selangkangan; yang terpisah oleh batas malu dan tantangan.

546. Bibirmu; menghambarkan deru luka dan dera duka di antara tangisanku yang sedu.

547. Tak ada demam yang terdahsyat selain merindukanmu.

548. Tak ada penyakit yang tak tersembuhkan selain mencintaimu.

549. Tak ada hidup dalam kematian selain cintamu.

550. Tak ada abadi dalam kehidupan selain cintaku.