851. Bosan adalah untuk ia yang berlebihan, sedangkan aku, dengan serba kekurangan; tabah yang tak lelah menyapa kerinduan.

852. Hatiku rasa yang merindu, terluka-luka pada iga dan asa; tercermin bening pada bola-bola matamu, kala MALAM menjelma.

853. SATU hari ditinggalkanmu adalah satu abad untuk aku melesapkan rindu.

854. SATU kali melupakanmu adalah sama seperti waktu yang tak habis untuk merindukanmu.

855. MALAM ketika aku merindukanmu, adalah melihat kunang-kunang di halaman rumahku; dengan wajahmu yang  berpendar di kerlipnya.

856. MALAM adalah ketika rinduku; menjelma kunang-kunang, melesapkan kelam.

857. Rinduku kunang-kunang, yang terang yang di kenang; kala malam ia berang, pada hati yang telah hilang.

858. Adalah malam adalah siang adalah pagi; yang kucipta semata hanya untukmu untuk rinduku, untuk senjaku.

859. SENJA tak pernah berubah, hanya saja disana ada rindu yang merekah-rekah.

860. Malam adalah ketika aku berjalan di tempat terang; menuju hatimu yang rumah, tempat rinduku PULANG.

861. Kulihat matamu melukis rindu, yang lalu yang pilu, berpendar pada cahaya kunang-kunang.

862. CINTA tak pernah memudar, hanya saja cinta itu; berpendar pada rindu yang tegar.

863. Kepercayaan adalah tempat tangan kita bertaut; merubah api yang sulut menjadi sebuah pengertian.

864. Rindu merekatkan hati yang retak, dari jiwa yang sesak, membangunkan kenangan; tempat dimana aku terus bertahan.

865. MALAM dimana aku mengoyak gulita; tempat kita menuai rindu yang menderu.

866. MALAM tempat mataku terpejam, bertemu lagi denganmu, rindu; hingga pagi membawamu pulang, hilang.

867. PAGI adalah waktu dimulainya rindu; dimana kasih dan luka berwujud nyata.

868. MALAM tempat aku menyebutkan namamu berulang-ulang; dari rindu yang enggan berpulang.

869. Ada rindu di dalam mimpi yang mendekapku semalam; seperti wajah di pusaran cahaya memanggilku perlahan, menyuruh pulang.

870. HATImu teduh sajakmu rindu; dengan pendar cahaya matamu sebagai penerbitnya.

871. Bagiku, rindu yang paling sedu ialah; rindu yang dikendarai oleh kenangan-kenangan indah darimu.

872. MALAM kita saling melengkapi, dengan satu yang buta, satunya lagi memberi warna; cinta yang melesapkan luka.

873. MALAM tempat kita merapal doa; dari jarak yang jahanam pun tak pernah rindu ini binasa.

874. Tempat aku menahan sedu adalah tempat aku menikmati.

875. Cinta tak perlu menjadi yang terbaik, karena rindu pasti berpulang padanya.

876. Aku tak perlu mengalahkanmu, yang aku harus adalah mentabahkan rindu.

877. Cinta itu sadis, kerjaannya adalah mengiris-iris rindu dan sepi.

878. Mimpi itu gratis asalkan berani mengejarnya. Rindu itu sadis; seperti novel yang tak pernah habis ku baca.

879. Aku rindu cara aku mencintai dirimu; saat hati dan harimu masih kumiliki.

880. Aku meraba stalakmit di goa kerinduan; adalah matamu, penerang malam di kala kelam.

881. MALAM menebarkan wewangian, mengkristalkan kenangan; dari luka yang kusimpan, sebagai kerinduan.

882. Ketika cinta mencintaiku; ketika itu aku menamainya rindu.

883. KENANGAN selalu menyisipkan rindu secara diam-diam, pun kekal abadi.

884. RINDU adalah penyisip luka; setelah datangnya deru airmata.

885. RINDU yang diam-diam; sama dengan CINTA yang pura-pura.

886. Satu sajak mengungkapkan seribu makna; sama dengan satu ciuman menterjemahkan seribu bahasa.

887. Tolong ajarkan aku membaca sajakmu, rindu, karena disitu tak tampak olehku larik-lariknya; hanya wajah dari segala kenanganmu.

888. Bagi sajak, tiadalah perasaan yang mulia kecuali; luka dari sajak itu sendiri, yang akan kita hormati.

889. Jika ada deru di dadamu, mengusik rumah hatimu; itu adalah aku, yang sedang menabuh rindu.

890. Sayang, rindu ini pahit; aku hanya membutuhkanmu untuk memaniskan bibirku.

891. Coba, beri aku sedikit gula dari bibirmu itu; agar rinduku, tak terlalu terasa pahit.

892. Semata-mata hanya karena aku kau tiada; seluka-luka rinduku tetap kau sumber dukanya.

893. PAGI selalu memberi arti, yang datang yang pergi; waktu akan mempertemukan kembali, yang hidup yang mati.

894. Biarlah sayang, biar aku tenang disana; tangismu dan rindumu, akan menjadi duka buatku.

895. Tak semua kehilangan adalah kedukaan; ia hanya berpindah tangan, dari genggaman menuju pangkuan.

896. Kelak aku mati, tak ada duka yang dapat menyakiti; selain rindu yang selalu kau tangisi.

897. Semua rindu adalah satu yang mesti di selamatkan; yang mana bermuara duka dan kenangan.

898. Ingin aku menujumu; melesapkan duka yang selalu kau sesap.

899. Andai aku bisa kembali, kenangan, tak kubiarkan duka itu menghamipiriku; dengan kehilanganmu.

900. Sepi tempat duka bersembunyi, rumah bagi para penyendiri. Sedangkan aku; selalu menggaduhkan rindu dalam sunyi.