901. Aku memilih tinggal di hatimu; dengan konsekuensinya luka dan rindu.

902. Terkadang aku tidak tahu, mana sajak mana sesak; sebab rindu yang selalu menggaduh.

903. Tangisku bukan duka pun luka; sebab rindu aku yang kehilanganmu, senja.

904. Matamu tempat hatiku lumpuh, dan bibirmu tempat rinduku luluh; maukah kau menikahiku?

905. Waktu, jangan kau sesali itu; karena menua menjadi bukti, bahwa cinta kita kekal abadi.

906. MALAM menterjemahkan kesendirian dan kematian; aku yang tidur dengan sejuta kerinduan.

907. Airmataku yang sajak ini selalu menyebut rindu, “perih, lirih” begitu bunyinya; apakah kau dapat mendengarnya, kekasih?

908. Ada yang tak henti bergemuruh dalam dadaku, terasa gaduh mengaduh-aduh; pilu rindu yang kau anggap lalu.

909. Ada yang tak pasti dalam hatiku; adalah rindu yang berlabuh, atau luka yang sauh.

910. Tak ada lebih senja selain pelukanmu yang teduh, tak ada yang lebih kelam selain malam aku tanpa kecupanmu.

911. Luka dan duka adalah kemulian dari sajak itu sendiri; seperti airmataku, pun rinduku yang merupa cahaya  dan waktu.

912. Rindu dan sunyi terbentuk dari sebongkah luka; berpendar di cahaya matamu, tenggelam di langit senja.

913. Dan rinduku ialah anak-anak dari sajak-sajakku; di tempat yang sunyi ia menggaduh.

914. Dan luka-luka dari sajak-sajakku; adalah sunyi yang menggaduh karena rindu.

915. Aku lebih memilih tinggal dengan luka; daripada rindu yang tak ada jawabnya.

916. Aku lebih terluka di dalam sunyi yang menggaduh; ketika kau mengkhianati rindu.

917. “hai kemanakah kamu, rindu?”  sudah lama aku tak melihat wajah duka sajakmu; yang selalu menemani kelamnya malam di mimpiku.

918. Aku membutuhkanmu, rindu; untuk mendukakan sajak-sajakku, menggaduhkan kesunyianku.

919. Saat kita berciuman; saat waktu terhenti untuk menyaksikan rindu.

920. Cinta berupa iman kepada rasanya; merupa taqwa kepada lukanya dan doa pada rindunya.

921. Cinta tak ada guna bila hanya memuja rindu, pun luka; tanpa menyibakkan sebuah makna.

922. KAMU adalah doa yang diturunkan langit untuk menyapaku, pun melesapkan lukaku.

923. aku adalah kamu adalah aku, yang saling melukai, pun merindukan; kita sebagai manusia biasa, terperangkap dalam cinta.

924. CINTA adalah pertanda sebuah dosa; bagi yang khianat pada doanya.

925. aku adalah kosong tanpamu; seperti temaram malam yang membingkai kesunyianku, menggaduhkan kerinduan.

926. Ada yang lebih ngeri dari mati, lebih nyeri dari sepi; tanpa hati untuk dicintai.

927. tanpamu aku bisa mati, tapi tanpa cintamu; aku mati dalam kehidupanku.

928. seperti nada di nadiku, nyanyianmu melaju deras di dadaku, rindu.

929. tidak terlalu sulit untuk membuatku tidak rindu padamu; dengan menghentikan nafasku.

930. Ada yang memenjarakanku, terkurung aku dalam keindahan; tatapan matamu, cahaya yang berpendar di langit senjaku.

931. cinta tidak akan menunggu, dia akan mengejar rindu hingga ke ujung waktu.

932. cinta seperti gerhana, membutakan hati yang sedang melihatnya, pun mengejar rindunya.

933. cinta seperti luas samudera, mencari hati untuk tempat bermuara; pada luka, rindu, dan sunyi yang menggaduh pilu.

934. keteduhan tatapanmu, luluh aku dalam sebuah ciuman. Ketabahan hatimu, tunduk aku dalam kerinduan.

935. musim silih berganti, tapi rinduku tak pernah berpindah hati.

936. cinta adalah kebenaran, seperti aku; yang benar-benar terluka, benar-benar merindu, dalam kesunyian.

937. MALAM adalah pilu, menghunusku dari rindu yang sembilu; tanpa hadirmu di malamku.

938. cinta adalah doaku, yang jawabannya adalah kamu.

939. MALAM tempat cinta terkubur rindu, dengan labuhnya ciumanmu; membuat luka terlunta-lunta.

940. MALAM menjadikan kenangan; membuat jalan setapak untuk kau kembali ke sebuah pelukan.

941. MALAM tempat aku berulang-ulang; merindukanmu seperti menghitung bintang-bintang.

942. malam menjadi sebuah keteduhan untuk kau mencintai yang kau rindukan.

943. kesempatan mencintaimu adalah kesiapan untuk aku  merindukanmu, pun menahan lukaku.

944. aku ingin menjadi setiap kesempatan di harimu; mencerahkanmu, meneduhkanmu, membisikkan kata cinta, pun merindukanmu.

945. rindu memberikan aku alasan; untuk mencintaimu lebih dalam, lebih tenang.

946. Aku hilang dalam kehilanganmu; seperti aku mati dalam kehidupanku, melepasmu.

947.  bibirmu, tempat paling asal yang dituju rinduku.

948. MALAM terang bulan, membuat aku merupa serigala; melonglong tentang rinduku yang sedu.

949. Saat malam menjadi terang, saat bibir kita bersentuhan; melumerkan luka duka rindu, dan sunyi yang gaduh.

950. Adakah yang lebih tenang dari malam, lebih gaduh dari rindu, lebih syahdu dari syair?. Ada, bibirmu.