1000.  Sekianlah sajak tentang rinduku padamu, kan kututup dengan sebuah lingkar emas di jarimu.

999. Ada yang tak pernah berlalu di telaga matamu; sekelebat kenangan, sekelumit rindu, yang membuat aku teduh ketika mengingatmu.

998. Dengan bantuan angin timur, aku akan menyusulmu senja; di bingkai malam, pun di bingkai bintang.

997. Hatimu yang rahasia, tak habis kutelusuri, dan hanya aku yang dapat membukanya ketika ia terkunci rapat.

996. Bibirmu adalah rahasia rinduku; yang terungkapkan dengan  sebuah ciuman.

995. Dan yang paling merah di hatiku terletak di bibirmu; cinta yang bernafas pada rindu yang sesak.

994. Tak pernah aku berucap rindu di telingamu; kecuali lewat bibirku, menciummu.

993. Dada yang datar tidaklah mencerminkan cinta yang datar; aku sangsinya.

992. Aku pujangga kesunyian, yang tak lelah menulis rindunya di atas perapian; dingin malam berkobar, sejuk pagi kubiar.

991. Adakah yang lebih mati dari cintaku yang kau sudahi?.

990. Sayang, bagaimana cara aku meneguk rindu yang datang berarak-arak; memabukkan sunyi, menggaduhkan sepi.

989. Kokoh bagai gunung, berisik bagai angin, tenang seperti hutan, penuh hasrat layaknya bara api; seperti itulah cintaku.

988. Jika orang bilang cinta itu tak ada, maka aku katakan cinta itu luar biasa; ialah nyawa sajak, ialah benih kehidupan.

987. Ciumanmu nan teduh, seperti nelayan dengan nyanyian senjanya.

986. Yang aku genggam bukan hatimu, melainkan janjimu yang setia bersama cintaku.

985. Aku bersemayam di tubuhmu, serupa bulu-bulu lembut di kulitmu; yang akan kau sentuh, dan akan kusinggahi.

984. Cinta cukup sederhana, tak perlu lebih tak butuh megah. Cinta selalu merasa, terkadang luka, terkadang duka.

983. Seperti aku yang setia, menantimu dengan senyuman senja.

982. Izinkan malam menterjemahkan kelam di hati tersunyiku ini, dan biarkan rindu menggaduh bila perlu.

981. Jika kutahu seperih apa lukaku, kubiarkan sunyi mengobati. Jika kutahu sedalam apa cintaku, kan kubiarkan rindu merasuki hati.

980. Cinta adalah bagian akhir rinduku; yang telah kuselami, dan akan kunikahi.

979. Tak ada yang lebih sesak selain sajak; yang kau tulis dengan tinta airmatamu.

978. PAGI membawa arti; untuk kembali padamu, pun kehilanganmu.

977. Cinta adalah sebuah rahasia; dengan ciumanmu sebagai tabirnya.

976. Bila aku hidup dari cinta; maka aku bersedia mati karenanya.

975. Katakan akhir dunia, bila aku sanggup melepasmu. Katakan akhir dunia, bila cintamu semua palsu.

974. Matilah bersamaku, kekasih, berikan aku separuh nafasmu untuk aku sesapi; agar kita dapat melangkah ke tempat yang lebih tinggi.

973. Cinta begitu rumit, tak pula untuk dibilang kejam; cinta yang terpaut di dua hati yang sama-sama tak lelah memiliki.

972. Ketika cinta itu, ketika aku membuatkan telur dadar kesukaanmu di sarapan pagimu; setelah kita lelah bercumbu semalaman.

971. Rindu dan kenangan sebagai alasan kuat; untuk tidak meninggalkanmu lebih jauh, pun mengingatmu lebih dalam.

970. Hatiku membekas menjejak darah; ketika kau lupa dimana kasur tempat biasa kita tertidur bersama.

969. Cinta tak pernah berpikir tuk kembali, hanya rindunya yang membuat jalan setapak untuk kenangan.

968. Aku lelah merindu, aku mau hanya dirimu; disampingku hingga seribu tahun lamanya.

967. Malam tempat aku menghangatkan tubuh, mengkristalkan rindu; kekalkan aku dalam dekapanmu.

966. Hujan tempat tangisku bersembunyi, dengan matahari sebatai pelesap lukanya.

965. Hujan membuat rinduku gaduh, berciuman semakin deru; hujanlah lama-lama, biar aku dan kamu untuk selamanya.

964. Hujan di pagi hari, membuat rinduku semakin deru; mengalahkan derasnya airmataku.

963. Jika cinta adalah segelas minuman, aku sudah terlanjur menghirup meminumnya;  dapatkah aku minta segelas lagi?.

962. Aku benci ketika hujan di teriknya siang; itu menghapus jejak rinduku yang tertuju padamu.

961. Matamu seperti gugusan bintang, dan aku sebagai bingkai bintangnya; mendekapmu, membawamu tak pernah jauh dariku.

960. Hujan adalah rinduku yang tak terbendung, dan tenggelam dalam samudera airmatamu.

959. Jika rindu adalah air, aku sudah mati tenggelam di dasarnya.

958. Jika rindu itu sebuah pena, takkan habis sajak kutulis; dengan namamu sebagai tintanya.

957. Ketika aku lelah pada rindu; ketika kamu makin erat mendekapku, tolong jangan pernah lepaskan.

956. Ketika aku lelah pada rindu, disitu aku membencimu; agar tak hilang kamu dari ingatanku.

955. Malam menjadi kelabu, hitam nan kelam; ketika rindu itu, lelah berpijar dari cahaya matamu.

954. Tak pernah aku menginginkan sepasang sayap di punggungmu; agar kau, tak pernah terbang jauh dari cintaku.

953. Kasih itu sabar dan murah hati, ia tak pernah cemburu; sama seperti cinta, tak pernah menangis ketika menahan deru rindu.

952. Seburuk apapun keadaan, selalu ada hal baik  di cakrawala; di matamu, di senyummu.

951. kelak, sajak-sajakku merupa kasih yang nyata, dari buah benih cinta kita.