Menekuk-nekuk kaki menyeret hati kehadapanmu, kekasih.
Menanti-nanti jarak dan waktu yang akan menghormati rindu ini.

Merelakan semua pergi demi satu tujuan; memilikimu, kekasih.
Melepaskan semua angan hanya untuk bersamamu, periku.

Menjadi-jadi kristalan dari rindu yang maha ini, kekasih.
Akan kujualkan kepadamu lalu kau beli dengan sebuah ciuman, rinduku.

Aku, dengan segala kerendahan hatiku, dengan segala ketinggian anganku bersamamu, selalu bersamamu.

Melupa-lupa apa yang akan terjadi nanti; walau badai! Walau kiamat! Walau dadaku tertembus panah sekalipun! Asalkan kau tak sirna dari kehidupan di bumi hatiku, periku.

Kau yang benar-benar terkasih, orang yang kukasihi. Segenap laraku memintamu jatuh kepelukanku, selalu.

Lalu kuangkat kau kembali ke langit bersama pangkuan awan yang berbisik; hujan takkan pernah membasahimu.

Karena pelangi menyelimuti hatimu; dari kesedihan.