Pada suatu ketika, kala malam tenggelam kelam dalam temaramnya, yang dibingkai oleh hias bintang yang bermuara pada samuderanya rembulan.

Disana ada aku, ada kamu, ada cerita tentang kita, yang terukir dengan pasti dan tertanam dalam hati.

Kala waktu itu, kita selalu bercerita; bersandarkan awan, berhiaskan aurora dari pelangi di matamu.

Kita bercerita, tentang cinta, luka, dan airmata. Tentang hidup, rindu, dan hilangnya masa lalu.

Kenangan itu kasih, kan menjadi mahkotaku; walau aku, kan menaiki singgasana kehidupan baru tanpamu.

Dan ingatlah bahwa kita pernah bernyanyi merdu; bersama rindu kita, yang kini telah berlabuh entah kemana.

Tapi yakinlah, bahwa kau tak pernah mati; di hatiku.