Lelah, bermain resah hati gundah gulanah jiwa basah akan lumpur fana yang dusta

Tertancap panah di dahi yang bernanah merintih-rintih perih hati yang lirih pun pilu sedih.

Terperangkap dalam ruang gelap pekat hitam kelam durjana
Terperanjat dari tempat duduk yang hilang entah kemana

Oh luka, bertubi-tubi menari di ari-ari yang tertatih merintih perih

Oh sukma, berlari-lari mengelilingi jiwa yang tak sirna murkanya.

Ah, lelah kepayahan tetap tak berdiri jua, letih yang tertatih melirih sepi sendiri menanti

Ah, jalan kosong terlalui, hitam-putih sana-sini menanti mati.

Keluarkan aku!! Keluarkan lelah!!
Lepaskan aku, marah!.

Tertawalah sepuasmu! Tertawalah para berhala yang tak patut disembah
tak kunjung binasa; hakekatnya sebuah jalan yang ditempuh asa.