Engkau selalu sendiri, meringkuk di ruang sepi, gelap dan tak bertepi
Terduduk entah di tengah atau di sudut ruangan yang tak engkau ketahui
Lalu engkau berjalan, mencoba mencari celah titik cahaya
Engkau terus berjalan kaki, hingga tak ada tepi, dan berlari walau tertatih
Deru keringatmu bercucuran, bak orang gila yang kelaparan
Terus saja berlari, walau nyatanya kau hanya berotasi
Berputar pada kerangkeng yang menahanmu pergi

Engkau matang yang terkekang
Engkau hiruk yang pikuk
Engkau bumi yang menunggu kehancuran
Engkau cinta yang penuh kedustaan
Engkau laknat yang maksiat
Engkau serba yang salah
Engkau bijak yang tak mampu dewasa
Engkau bunga yang tak kunjung mekar
Engkau labil yang penuh prinsip

Jadi, siapakah engkau sebenarnya?!
Dan siapakah aku, sang penterjemah?!
Ya..! Aku adalah engkau