Seperti musik, ciumanmu menimbulkan banyak macam suara yang asik.

Pada awalnya wanita itu bukan mata duitan, melainkan mereka hanya ingin berkesan mahal saat kita mendapatkan, setelahnya kita dapat membuat mereka menjadi pengertian, atau malah membuatnya terlena dengan apa yang telah kita manjakan.

Penulis itu mesti memperhatikan tata bahasanya dalam menulis, setelah itu baru makna cerita. Terkecuali kalau dia menulis hanya untuk dikonsumsinya sendiri tulisannya.

Dan apapun karya tulisannya, selalu ada bangsa pasarnya masing-masing.

Aku hanya penulis amatir, yang mencoba membahasakan dunia dengan cinta.

Bekerja di bawah tekanan itu terkadang memunculkan inspirasi tak terduga yang luar biasa hebatnya; bila kita dapat memaksimalkan seluruh kemampuan dengan kemauan yang kuat.

I love you with all my heart and soul.

Bahagia itu sederhana; melihatmu tersenyum untukku, pun tulusmu mencintaiku.

Cinta dapat membutakan, ia menerima bila sedang dimanfaatkan; hanya merasa bahagia bila sedang bersama.

Rindu seperti kupukupu, di tengah gurun ia kehausan bersama putikputik kekeringan.

Rindu seperti badai di hati; memporak-porandakan segala hasrat dan angan.

Aku terjatuh, sangat dalam hingga palung hati; dikarenakan cinta, karenamu.

Yes i’m in love and i’m like a fool because of you.

I don’t know what do you want from me, but i know i want you more than you need me.

Kamu narkotika, yang dapat membutakan dunia; dan aku penikmat sejati dari candunya.

Aku lebih mencintai sepi; dengan begitu aku lebih khidmat dengan kenangan, pun bermonolog.

Cinta butuh makan agar terus hidup, bila ia salah makan; maka akan meninggalkan.

Berbahagialah orang-orang yang menghadapi kegalauan; karena sesungguhnya mereka sedang menuju kebahagiaan.

Seseorang yang berbicara banyak tentang cinta, belum tentu ia paham akan segala seluk beluknya luka.

Aku punya rahasia pengobat patah hati, yaitu jangan takut kehilangan dan jangan menutup diri; karena semua hanyalah sekedar titipan.

Ketika cinta datang, maka keegoisanmu akan pergi dan rindu semakin menjadi-jadi.

Cinta akan kuat bertahan, selagi dilandaskan kasih dan sayang.

Pergilah dengan tenang, carilah cinta yang membuat engkau menang.

Rindu itu, ketika malam datang aku bermain gitar menyanyikan semua lagu tentangmu sendirian.

Jangan sembarang kau bermain dengan api pabila kau tidak mengerti tentang tariannya; maka api itu akan melahapmu sia-sia.

Apabila kau memang menjadi sebuah cobaan, maka akan aku hancurkan.

Have a good night, thank you for this night, thank you for everything; and i’m still missing you in the morning.

Belilah barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan; maka kau akan lebih menyayang.

Tidak baik pabila engkau banyak tiduran, terlebih jika sendirian; maka sertakan aku untuk berpelukan.

Dalam setiap kecupan, terbukalah keran perasaan.

Tidak ada yang salah pada hilangnya cinta pertama, hanya saja sejatinya cinta belum dipertemukan untukmu.

Karena cinta aku selalu dibuat lelah, tapi karena cinta pula aku tak mudah punah.

Kata orang cinta itu indah pada awalnya, tapi menurutku cinta itu juga indah ketika kita kehilangannya; menjadi puing-puing kenangan nantinya.

Kata orang cinta pertama itu segala-galanya, bagiku cinta terakhirlah yang akan selalu memberikanku nyawa.

Cinta itu hanya pada awalnya, selanjutnya di nilai dari ketulusan dan kejujurannya.

Bagaimana tidak orang lain merasa jenuh kepadamu, pabila engkau jenuh terhadap kehidupanmu sendiri.

Bagaimana bisa engkau begitu cepat melupakanku, cinta; itu artinya kau tidak sungguh-sungguh mencinta.

Bagaimana bisa aku tidak melupakanmu, cinta; bila di setiap harinya kau hanya memberi perih dan derita.

Apa kabar cinta? Apakah kau kenyang makan hari ini makan cinta?

Kukatakan kepadamu: rusukku yang hilang, janganlah kembali padaku dan tetaplah menjadi bagian luar tubuhku; kukatakan kepadamu.

Kala gelap dekaplah dadaku, jika terang pergilah menjauh, pabila senja kembalilah padaku.

Api yang kian membara, hanya dapat membakar diluar batangan racun tubuhku, bukan di dalamnya.

Entah mengapa, terkadang hidup terasa hilang; disesap abu, dikrumun asap, yang semakin jelas hanyalah kepulan tragedi yang tak pernah lesap dari ingatanku, membuntang.

Ada kalanya waktu berdiam diri, ia enggan mendetakkan jarumnya. Seakan dunia terasa hampa, seperti jantung yang tak mau memompa. Ada saatnya kita bercengkerama dengan heningnya malam, disaat para jangkrik riuh bernyanyi belomba merdu memanggil pasangannya. Sedangkan aku, duduk menyendiri menghisap racun memainkan asap dari mulutku, terbakar sudah nyawaku.

Udara malam merasuk ke rusukku, perlahan tapi menusuk. Meliuk-liuk bagai tarian ular mengeliling tubuhku, leherku, telingaku, pun romaku. Dan langit-langit kamar menjadi saksi dari hati yang membisu, biarlah sepi membunuhku.

Kamu tahu apa itu kuburan? “Ya, itu tempat dimana kita akan dipertemukan dalam kelupaan, dengan segala ketenangan”.

“Cinta itu hakiki, bila kita berjuang tidak selalu merasa berkorban dan pamrih”.

“Apa yang akan kau lakukan bila aku mati?”. | “Aku akan diam-diam mengendap masuk ke kamarmu dengan mengeruk tanah di sebelahmu, lalu kita bercinta sampai mati lagi”.

“Mau tahu sedalam apa kepedihanku?”. Kumpulkan semua airmatamu di dalam suatu wadah yang besar dan kau mandi di dalamnya, itu hanya baru gambaran kecil dari goresan di hatiku.

“Bagiku, berkata CINTA tidak sesulit berkata PISAH”.

Bagaimana bisa aku merasakan kehilanganmu, bila memilikimu saja aku belum pernah.

Bagaimana bisa aku memberikan cinta, bila rasa saja aku belum punya.

Bagaimana bisa aku memperhatikan, bila jiwaku saja mengembara entah kemana.

Bagaimana bisa aku tertidur lelap, bila pikiranku penuh dengan panorama wajahmu.

Bagaimana bisa aku tuk terus bertahan, bila hubungan ini telah hanyut di samudera entah berantah.

Bagaimana bisa aku hidup, bila nafasku pergi seiring dengan kehilanganmu.

Bagaimana bisa aku merasa pilu, bila tak sekalipun kuterluka karena cinta.

Bagaimana bisa aku merasa sendiri, bila cintamu selalu menemani cintaku.

Bagaimana bisa engkau melupakanku, bila kenangan tentangku terpahat di dasar hatimu.

Bagaimana bisa aku terlupa, bila ciuman pertamamu masih terasa manis kian hari di bibirku.

Bagaimana bisa aku bangun cepat, bila sedang berada di pelukanmu malam ini.

Bagaimana bisa engkau melarikan diri, bila aku telah mengurungmu di ruang hatiku.

Bagaimana bisa aku melukaimu, bila telah bahagia walau tak bersamaku.

Ketika dunia tak harus tahu; bahwa aku tetap mencintaimu di hatiku.

Terkadang, terlalu banyak tahu itu membuatmu menjadi tidak normal di mata yang lain.

Selamat tinggal mantan kekasih, kini kau hadir sebagai pelengkap rusuk yang hilang; kini kita hadir dalam kesetiaan hidup, pun mati. Sebagai suami dan isteri yang kucintai.

Aku senang sudah mengenalmu, hanya saja.. kamu terkadang menghilang; bukan dari harihariku melainkan dari hatiku.

Aku ingin minum segala yang ada di bibirmu, di matamu, pun hatimu.

Seandainya saja ada waktu dimana kita sehari bersama, semalam berpelukan. Lalu kita bercerita tentang keluh kesah hari ini, dan melenguh di bawah terang bulan, selanjutnya menyambut mentari pagi dengan sebuah senyuman dalam sebuah dekapan.

Hujan deras sekalipun tak menyamarkan bau jejakmu, yang ada hanya mengkristalkan rindu, menyejukkan kenangan.

Use your logic, use your logic, and then use your heart.

Seperti malam-malam biasanya, seperti gurindam yang tak habis maknanya; aku masih mencari, yang mana berarti yang mana belati.

Bergetar senar rindu dari lubuk hatiku, entah itu sekedar marka ataukah rasa yang datang kepadamu. Menginginkan engkau menjadi rembulan merah jambuku, mendambakan engkau menjadi suatu nada indah di nadiku. Dapatkah kau menjawab pintaku, ataukah sekedar senda gurau di matamu?

Hening malam dengan angin yang tenang, terduduk di kamar gelap sendirian. Bukanlah biasa inspirasi yang berterbangan dalam angan; memunculkan kerinduan yang sangat rawan.

Ketika bumi tak berotasi, ketika matahari tenggelam ke sepi, tetap ada terang di hatiku, masih terus berjalan kehidupanku; dengan adanya dirimu disisiku, semua terasa normal bagiku.

Bila aku bisa bahagia sebelum ada kekasih, maka aku juga dapat tersenyum indah walau tidak ada (ditinggal) kekasih.

Beritahu aku cara menaklukan hatimu, maka akan aku bisikan tentang rauman rindu di telingamu sepanjang waktu.

Masih tertinggal bekas percikan bola salju, kian dingin menerpa wajahmu. Menjagamu agar tetap sadar, tuk menilai mana yang nyata dan mana yang samar.

Semoga aku tidak cepat jatuh cinta, karena jatuh itu sakit dan mencintai itu penuh dengan luka katanya. Jadi yah, tetaplah menebar jala.

Aku kangen kamu, hampir di setiap waktu. Sungguh noraknya aku, yang mencintaimu dalam diam, dan memilikimu diamdiam.

Aku mau ketemu kamu; mencium keningmu lalu memelukmu. Setelah itu kita saling tersipu malu.

Jika kerinduan itu hanyalah sebuah keteduhan, maka tak patut kau merasakan luka pada setiap cinta yang kau punya.

Jika kau merasa dapat mengukur sebuah rasa, maka bumi akan berhenti untuk merotasikan dirinya.

Pada dasarnya cinta itu adalah sebuah kebutuhan rasa yang di dapat dari untaian hasrat dan kasih sayang.

Pada intinya aku masih mencari, dan terus mencari. Aku menggali dan terus menggali. Hingga akhirnya kutersadar, bahwa lapisan terataslah yang semestinya kunanti.

Aku memilah rasa, seperti aku berdiri di atas bumi tapi tak pernah memijaknya; merasakan kehadiran yang semestinya telah kurasakan sebelumnya.

Coba kau tanya hati dan pikiranmu, terkadang mereka berbeda pendapat tentangku; pikiranmu membutuhkanku karena sekedar teringat akan hadirnya diriku, hatimu membutuhkanku karena untuk memuaskan egomu. Benarkah itu, tanya hati dan pikiranmu.

Mengapa kau harus berdiam dalam doa, apakah Tuhan itu tuli dan buta? Bukankah hanya sajadah yang mendengar teriak maupun isak tangismu mengenai cinta dan duka?

Bila memang kau mengenal arti ketulusan, apakah sudi bila kau memakan daging yang setiap hari anjing jalanan kelaparan memanggil-manggil namamu? Dan tulus itu bukan terlahir dari diam; dari tergeraknya nurani untuk saling mengasihi.

Kembalilah padanya, bila kau masih hidup di masa lalu. Datanglah padaku, bila kau bersedia hidup untukku.

Cinta tak pernah memaksa, hanya saja kenangan yang mencoba menguak kembali perasaan rindu, pun dendamnya.

Cinta tak pernah memaksa, hanya saja keegoisan yang mencoba untuk memilikinya.

Aku juga rindu; kala keluguan masih melekat padaku, membuat semuanya nampak indah dan lucu.

Dan kenangan; satusatunya kendaraan untuk mengingat semua panorama indah, termasuk sebuah senyuman.

Dua bocah saling bercerita, tentang apa yang terjadi dan apa yang dikhayalkannya. Bertingkah lugu seolah dunia tak akan berlalu, hingga tiba kalanya mereka terpisah dan dipertemukan waktu, lalu saling merindu.

Waktu dan jarak bukanlah penghalang bagi sebuah persahabatan.

Ketika manusia tak punya rasa bersalah, maka ia tak ada harganya; terlebih lagi ia tak mampu untuk menghargai orang lain, pun dirinya.

Iblis dalam diri satu persatu bermunculan, menertawakan dendam yang bermekaran; hingga ada yang mati, atau menyembah kepada kaki.

Iblis tak perlu nasehat, iblis hanya perlu sesat.

Kau harus lebih daripada malaikat untuk meredupkan api iblis.

Semua akan menemukan akhir dari segala pencarian; pabila kau menerima segala kekurangan, pun memberi sebuah pengertian.

Bila tak ingin ada tekanan dalam suatu hubungan, maka jangan dipaksakan. Tapi, sejauh mana rasa ini dapat bertahan dalam kesendirian?

Aku jauh dari sempurna, layaknya sebuah lilin menyala dalam kegelapan; bila tak ingin duniamu menjadi gulita, maka jangan kau mainkan apinya terlebih kau redupkan.

Sepi pun enggan membunuhku, dari lirihnya perasaanku yang terbeban; hubungan yang selalu memilu, hingga mati tak ada kepastian.

Punya pacar rahasia selain kekasih kita; sama saja dengan menggenggam sebuah bom waktu, yang pecah ledakannya kala perang dunia.

Ketika kepalamu terasa pusing, istirahatkanlah sejenak pikiranmu; ketika kekasihmu berpaling, ikhlaskanlah bahwa dia bukan jodohmu.

Entah kapan aku dapat berhenti memikirkanmu, mungkin di alam kubur pun aku menjawab semua pertanyaan malaikat dengan jawabannya namamu.

Saat-saat yang mendebarkan adalah sebuah kecupan yang diawali dengan senyuman lalu ditutup oleh sebuah pelukan, dan saat-saat yang mengharukan adalah ketika kehilangan.

Ajari aku cara membasuh perih, bukan dengan obat luka; melainkan dengan hangatnya pelukan dan manisnya ciumanciuman.

Bukan mood yang menguasai kita, melainkan kita yang menentukan mood kita sendiri. i’m controlling my self.

Dari keraguan lahirlah suatu kebenaran, dari kegalauan terciptalah suatu keindahan.

Ciuman kita basah, sayang; seperti kucing yang sedang memandikan kucing. Pelukan kita teduh, kasih; seperti beringin yang tak tertembus oleh terik.

Seperti dalam permainan catur, logika adalah di atas segala-galanya. Terkecuali untukmu, aku kibarkan bendera putih dan kuberikan rajaku; bukan untuk kau basmi, melainkan untuk kau simpan dalam hati.

Hey ababil yang penuh dengan omong kosong dan hatinya bolong-bolong, semesta itu tak hanya sekecil tong; yang isinya hanya kalong dan garong.

Aku suka dengan cerita yang diiringi oleh sebuah senyuman; seakan hati merasakan penuh keteduhan.

Pada pandangan pertama aku jatuh cinta, terkapar pasrah imajinasiku dimesra olehmu.

Tiada hari yang aku ucapkan dengan buaian kasih sayangku kepadamu; melainkan perlakuan dari ketulusan cita cintaku padamu itu lebih mutu.

Bahwa cinta tak semestinya selalu indah, dan hati tak harus hanya menerima suka. Ciciplah sebuah duka, karena itu lebih bermakna dalam menumbuhkan kedewasaan kita.

Ada dunia dimana kau hanya bisa melihat, tapi tidak untuk mendengar dan merasakan; yaitu dunia kebodohan.

Peran wajah dalam percintaan; terkadang menyelamatkan, kebanyakan menyesatkan.

Peran kerinduan dalam percintaan, adalah menjadikan jarak dan waktu sebagai pelengkap suatu keindahan dari buah kesabaran.

Mengatakan bahwa kau berjiwa pemimpin, sesungguhnya kau hanya menjalankan keegoisanmu, ujar cermin.

Pemimpin itu adalah yang mengayomi bawahan, bukanlah meniadakan hak kemanusiaan.

Pencinta itu hanyalah sebuah pengabdian, bukanlah hasrat untuk memenuhi semua kebutuhan.

Tak perlulah kau meminjamkan kesedihanmu padaku, tak patutlah aku merasakan dahulu kehilanganmu lalu mencintaimu.

Jika katamu malam itu gelap, maka bagiku siang pun gulita; bila hari-hariku tanpamu.

Kekhawatiranku bukan pada ketakutanku kehilanganmu, melainkan kecemasanku setelah tiadamu; dan kenangan, aku masih hidup di masa lalu.

Ada hasrat yang mengalir dari setiap kecupanmu, ada hangat yang meresap dari teduh pelukmu.

Hati-hati pada perhatian, perhatikan hati untuk kepastian sehati.

Sial! Lagi-lagi aroma tubuhmu membaui hingga perasaanku; menambah kerinduan, membuat kegalauan.

Dalam tidurmu, dekaplah aku di ingatanmu; ketika nanti kau membuka matamu ada aku selalu, di hatimu.

Tuhan memejamkan hatiku sejenak beberapa saat lalu, lalu membukanya kembali seiring waktu : dengan begitu aku dapat melihatmu, cintaku.

Ini pagi, tempat aku bercerita tentang kisah kita semalam.

Ini pagi, kukenalkan kepadamu tempat dimana kita saling melihat dan tersenyum dalam dekapan semalam.

Ini pagi, dimana aku masih menyayangimu tidak hanya sebatas tadi malam.

Pagi ini aku pergi, untuk menantang siang yang terik lalu bertemu denganmu kembali kala senja, dan kembali kita berkasih kala malam; mencumbu rindu, bercinta di bawah terang bulan yang sedang memandang kita, dia cemburu.

Ini pagi, pagi ini; hingga pagi lagi.

Tanpa kiasan kau mengatakan: aku merindukanmu seperti hari-hari sesudah kita bercumbu, ku nanti kembali bertemu; mengobati segala yang saru.

Jika CINTA sebagai subjek dan RINDU menjadi objek ditambah KAMU, jadinya: CINTA itu tentang meRINDUmu selalu.

Jika Rindu menjadi subjek dan CINTA sebagai objek ditambah KAMU, hasilnya: Rindu itu, citaku menCINTAmu.

Mari kita berbicara tentang pilu, bisa saja tentang ujian hati ketika sedang merindu; yang terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Cintaku matematika, yang akan menghampirimu lalu menggenapkan segala yang ganjil.

Ketika kau bersedih, ingin aku merengkuhmu. Kubisikkan tentang setitik cahaya di dalam kegelapan; bias dari butirbutir airmatamu yang berjatuhan.

Desain grafis tercanggih adalah letaknya di otak kita; dengan otak kita mampu menggambarkan yang belum pernah diciptakan.

Ketika aku menyendiri, aku dapat bercinta dengan tinta-tinta romansa. Ketika aku berlari, aku akan menyertaimu bersama mengejar cita cinta.

Seperti lagu kesukaanku yang kudengar sepanjang waktu; kamu, alunan nada indah di nadiku, mengalunkan terbang cita cintaku.

Seperti Pelangi yang indah, harus menunggu rintikan hujan barulah ia muncul. Seperti aku yang menemukanmu setelah berjalannya waktu yang selalu membunuhku; kau telah menghidupkanku kembali.

Dan kemudian engkau menari, di tengah rintikan hujan kau bernyanyi, memintaku datang menghampirimu; sebagai pelangi yang mengindahkan selalu hariharimu.

Katakanlah aku raja katakata indah, tapi sebenarnya aku tak dapat berbicara ketika kau tersenyum di hadapanku; aurora, keindahan yang tak dapat diungkapkan.

Hanya orang yang mempunyai hati yang bisa mengerti akan indahnya penulisan. Jadi jangan memandang sebelah mata musisi, terlebih penulis. apakah kamu punya hati?

Dan dengan sebuah kecupan mungkin aku dapat memahami isi hatimu daripada melalui ucapanmu.

Dengan mencecap lidahmu, maka kau tidak akan pernah bisa bersilat lidah padaku.

Kadangan kecupan pun dapat mengelabuimu bila kau tidak cermat; antara kasih dan hasrat.

Katakanlah dunia telah kiamat, adalah ketika kau membuat cinta kita tamat.

Adakah yang lebih dari kehilangan daripada rindu yang tak akan pernah tersampaikan?

Baik-buruknya aku menerimamu bagus-jelek rupamu; karena cinta, pun ketika bertambahnya berat badanmu.

Entah siang maupun kala senja nanti, aku akan mencintaimu tak hanya sampai mati.

Jika sebuah hubungan diawali dengan segala kebohongan, maka akan berakhir pada kesedihan.

Terkadang, kesendirian dapat membuat tenang; daripada di keramaian tanpa kekasih yang disayang.

Pelajaran dari masa lalu dapat menuntun dalam menghadapi cobaan di saat-saat ini, dan hikmah dari segalanya akan menjadi jawaban untuk melangkah di masa depan.

Tetaplah terang bulan bintang, teruslah benderang walau siang, dan menanti kala malam kembali datang.

Dalam diam sebenarnya aku berkoar, tentang perasaan yang kupendam; entah itu cemburu atau rindu yang berdebar.

Amarahku cukup bisa kau redam dengan sebuah ciuman, tetapi dendamku tak dapat kau redam hanya dengan sebuah kata penyesalan.

Aku izinkan kau untuk mati mendahuluiku, dengan begitu akulah yang akan merawat makammu; mencintaimu hingga tiba aku menyusulmu.

Bila nanti aku mati, maka bunuhlah aku di hatimu; teruskan hidupmu dan carilah penggantiku.

Tidak seperti romeo, dan aku tak ingin mati; tak ingin menyiksamu dengan cinta yang kita punya bila kau kehilanganku nanti.

Aku ingin menghabiskan waktu hidupku untuk merawatmu; di pelukku pun di hatiku selalu.

Walau kisah kasih kita telah berlalu, tapi yakin bahwa masih menyimpan rindu; tempat kita samasama berlayar ke hulu.

Malam yang kian berisik, memaksaku selalu terjaga. Kepada langit ku berbisik, mohon turunkan sebuah cinta; yang mengerti dan melihati, yang pasti pun tak pernah mati.

Tuhan, pabila Engkau sedang mengikatkan tali jodoh; jangan lupa ikatkan aku.

Yang perih bukanlah karena tanpa kata kau meninggalkanku, melainkan sebelumnya kau jalani tanpa hati denganku.

Musim kenangan, adalah musim dimana aku selalu menghidupkanmu; di hatiku.

Ternyata cinta, bisa membuat aku tergila-gila, hingga ingin menciummu berkali-kali.

Ternyata pagi menjadi lautan rindu; ketika kau membangunkanku dengan harumnya secangkir kopi pun senyum manismu, dan kau berlalu.

Perpisahan itu akhir, katamu. Tapi aku bisa tahu; bahwa disana terpampang panjang kristalan rindu.

Percintaan itu sesaat, menurutmu. tapi aku dapat melihat bahwa ego dan rindu sedang bertentangan.

Telah habis masa dimana cinta membungkam kata, kini saatnya tinta-tinta rasa berbicara.

Mudah mendapatkan, mudah pula melepaskan; cepat dicinta, cepat pula dilupakan.

Walaupun usia hanya sementara, tapi cinta kita kekal lebih lama daripadanya.

Dan dinamakanlah cinta; ketika maut pun tak dapat memisahkan keduanya.

Dikatakan jatuh cinta, bila teriknya siang tegar kau tantang; demi bertemu senja yang selalu membuatmu tenang.

Aku mencium kebohongan; adalah ketika kau mengatakan bahwa kau tak cinta, namun kau terus saja menciumku lalu merindukanku.

“JANGAN TAKUT KEHILANGAN, JANGAN TAKUT UNTUK MEMBUKA HATI”. Itu kunci kebahagiaan sejati.

Even just one day or once time; i just want to be with you.

Cinta Begitu indah, hingga ia mampu sirnakan luka dunia.
Cinta pada pandangan pertama, seperti embun menyapa pagi yang bahagia.

Dan aku ingin tidur, walaupun tanpa hangatnya pelukmu; setidaknya masih ada bantal-guling dengan warna kesukaanmu menemaniku.

Bumi kian berotasi dan aku masih hidup dalam kenangan; masa lalu, yang kucinta tetap kutinggalkan di belakang sekuat apapun mauku.

Buat apa lagi aku bermimpi tentang cinta, bila aku telah memiliki kasih yang utuh untuk hatiku; kamu.

Tubuhku angkasa, dan kau seperti bumi di hatiku; tempat dimana cinta tumbuh dan hidup.

Seperti sayap kupukupu matamu, membinarkan keindahan duniawi yang menyentuh kalbuku; mematikan atmosfir jahat di hatiku ketika memandangmu.

Ranum bibirmu merah jambu, bak rembulan senja yang selalu kutunggu; yang telah mengurung hatiku pun membahagiakan rasaku.

Katakanlah aku jatuh, adalah ketika aku melihat cahaya yang berkilauan dari binar matamu. Dan teduh yang menyejukkan dari manis senyummu.

Ketika kau memandangku, seakan seisi dunia lenyap di matamu; yang menjadikan aku gila pun membuat aku jatuh padamu.

Berikan aku hatimu, maka akan kukuasai dunia hanya dengan cintamu.

Berikan aku cintamu, maka sempurnalah kehidupan di hatiku.

Berikan aku dirimu, maka tak kuhiraukan sejuta bidadari mengejarku.

Terimakasih Tuhan telah menciptakanmu, yang menjadi pelabuhan hari dan hatiku; akhir dari segala pencarianku.

Luka yang kugores di nadiku, pun belum cukup perih bila aku melihat kau bersedih.

Hanya dengan senyumanmu kasih, luka duka dengki pun sirna; seakan teduhnya senja memelukku mesra.

Terbayang wajah dari anak-anak kita nanti, sungguh indah bahagia pun lucu; sempurnalah segala kehidupanku.

Kamu, menghidupkan asa di hatiku, menyebarkan benih kebahagiaan yang membuatku merasa bahwa hidup ini indah denganmu.

Sisi jahat ku pun sirna, syaitan dalam diriku pun berlarian ketika kau datang padaku; kamu, bak malaikat penyelamat di kehidupanku.

Ketika dunia tak seindah syurga, tapi aku bahagia dengan memilikimu sebagai syurgaku.

Seperti banyak kisah cinta, seperti kata-kata romansa yang indah maknanya; ketika ada kamu, segala alunan lagu cinta mengelilingi perasaan hingga jiwaku dan tak ingin itu berlalu.

Dan keindahan surgawi nampak di dunia bila aku melihatmu; meneduhkan hati, menyejukkan jiwa dan pikiranku, pun masa depanku.

Senang berkenalan dengan namamu, parasmu, senyummu, yang akan aku pastikan keindahannya takkan sirna dan selalu terjaga.

Apalah arti bila tanpa kau di sisi, pun di syurga yang ramai nikmat bila tanpamu kasih; seakan hancur jiwaku berkeping-keping di bunuh lirih.

Jadilah kekasihku, milikilah hatiku; maka harihariku indah penuh dengan warnamu.

Aku selalu berusaha untuk mencintaimu tanpa pernah putus asa.

Cinta adalah segala pengorbanan, cintaku rela berkorban; dari ucapanmu yang selalu menyiksa pun perilakumu yang kekanak-kanakan luar biasa.

Aku tidak pernah tahu kapan cinta itu datang dan pergi, tapi aku lebih tak mengetahui mana cinta yang sejati; hanya dapat berharap cinta yang pasti dan abadi, pun mencintaiku tak hanya sampai mati.

Walau kisah kita akan hancur lebur seperti bumi, walau langit kelak berwarna abu; yang kuinginkan hanyalah bersamamu sampai akhirku.

Cinta bermula dari persahabatan, seperti aku diantara kamu dan dia. Bosan kau buat aku menunggu, tarik ulur perasaanku; sejatinya cinta tidaklah seperti itu, semoga kau dapati apa yang kau cari dengannya.

Kita melukis mimpi bersama, menggantungnya di awan cinta; khayalan kita, yang kuinginkan cita itu menjadi nyata.

Kulintas angkasa kuitari bumi mencarimu, di tempat yang paling sunyi pun rumah yang paling damai di hatiku; hanya untuk mendapatkan cintamu.

Ingin aku bisa hidup selamanya karena kamu dan hanya untuk selalu bersamamu; melukis mimpi-mimpi kita, pun mewujudkan apa yang menjadi cita cinta kita.

Indahnya cinta ketika kita berada di hamparan rumput hijau; bercerita tentang mimpi-mimpi kita sembari menunjukkan jemari ke langit biru melukis bersama.

Wajah manis sesatkan jiwa, memeras darah karena harta; pria dijajah wanita.

Aku terlanjur menyayanginya, tapi hanya denganmu aku dapat berbahagia.

Musik seperti alunan indah di sepanjang aliran darah di nadiku, berupa tempo di setiap detak di jantungku; yang menerangiku lebih dari mentari, yang menemani malamku lebih dari rembulan dan pijar bintangnya.

“Music is my aeroplane”. Tempat dimana aku bisa ke langit luas dan indah serta terbang bebas.

Musik seperti sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesahku, kekasih dalam kesunyian malamku; penerang dalam kegelapan pun menghangatkan kala kedinginan.

Jikalau aku disuruh memilih antara musik dan cinta; aku memilih kamu, yang menjadi sumber kecintaanku dan inspirasiku dalam bermusik.

Auramu mengalihkan cintaku.

Pernahkah anda merasa salah jatuh cinta? Saya pernah! Jatuh cinta yang bukan pada kenyamanan, melainkan hanya karena kekaguman.

Aku durjana yang terlalu banyak memilih; pada akhirnya tiada satupun diantara mereka yang pantas memilihku.

Dan ketika cinta dipertanyakan hakikatnya, maka jawablah kehendakmu pada cinta; dari apa yang kau cari, pada apa yang kau yakini.

Kau detak jantung hatiku, merebahlah cinta pada nyawa hidupku.