Cinta Begitu indah, hingga ia mampu sirnakan luka dunia.
Cinta pada pandangan pertama, seperti embun menyapa pagi yang bahagia.

Apakah cinta pertama? Apakah anda percaya cinta pada pandangan pertama? Saya percaya!

Bermula dari suatu pertemanan dalam suatu komunitas, yang mana salah satu teman komunitasku memiliki teman (dapat dikatakan teman baiknya temanku). Dia yang membuatku dapat melihat, mendengar, dan merasakan segala kebaikan. Dia yang tidak sadar telah mampu meluluhlantakkan hati dan pikiranku. Dia yang secara tidak sengaja mengubahku menjadi sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, terlebih dari masa laluku. Ya, dialah bidadariku.

Sosok anggun dengan senyuman yang teduh merasuk sukma. Gadis biasa yang bersahaja dengan paras manisnya. Tidak tahu pendapat orang lain, tapi aku langsung jatuh hati ketika pertama kali melihatnya. Bukan hanya sembarang jatuh, bukan sembarang rasa yang pernah berkali-kali aku lalui dan sia-sia. Ini sesuatu yang berbeda, bukan sekedar mencari pulasan, bukan pula hanya sekedar penasaran pun pengejaran. Ini seperti bumi hatiku yang bergetar gebyar oleh gempa terdahsyat yang pernah aku rasa. Getar getir rasa bak petir menyambar dari sorot matanya yang berbinar, indah.’

Seperti banyak kisah cinta, seperti kata-kata romansa yang indah maknanya; ketika ada kamu, segala alunan lagu cinta mengelilingi perasaan hingga jiwaku dan ku tak ingin itu berlalu.

Mungkin aku terlalu membuai rasa di hatiku sendiri, atau aku terlalu menghidupkanmu di pikiranku. Tapi hanya itulah senjataku, yang dapat membuat aku bahagia, yang mampu menjadikanku manusia seutuhnya. Terlalu membual, katamu. Terlalu seperti drama dan buaian, ujarmu. Inilah aku, dengan segala kosakata yang aku miliki pun tak mampu untuk mengutarakan bagaimana perasaanku saat ini. Seperti bumi yang habis masanya lalu meledak mengisi seluruh ruang angkasa; tak cukup diucapkan dengan kata-kata bagaimana hebatnya kejadian dan perasaan itu, seperti aku.

Mungkin dalam suatu perkenalan dapat membuat kita saling dekat, atau pun jauh. Kepada siapa lagi aku harus berterimakasih selain daripada Tuhan yang menciptakanmu, dan orang tua yang merawatmu serta teman yang mengenalkanmu pada diriku. Aku berterimakasih pula pada cinta, dan seluruh rasa di dalamnya; walaupun kita tak tahu bagaimana akhirnya, tapi kuyakin ada bahagia bila kita bersama.

Senang berkenalan dengan namamu, parasmu, senyummu, yang akan aku pastikan keindahannya takkan sirna dan selalu terjaga.

Dan keindahan surgawi nampak di dunia bila aku melihatmu; meneduhkan hati, menyejukkan jiwa dan pikiranku, pun masa depanku.