Keparat!

Para anjing tidak mau jinak, mereka hanya tahu makan pun menggonggong.

Kelak, anjing-anjing itu mati kelaparan di tengah jalan. Seakan lupa ia sebagai anjing, ia lupa pulang ke kodratnya.

Kelak, jika tuannya mati, mereka akan mencari tuan lain untuk digigit; terperangkap dalam taring dan nafsu anjing.

Hey anjing.. Hey anjing.. Hey anjing.. Semprul kau anjing. Betina, kelaminmu kau tunggitkan sana-sini, mencoba merayu tuan-tuan yang dibudak setan.

Hey setan, sejak kapan kau merasuki anjing, menutup matanya lalu kelaminnya kau jinjing, ke arah kebodohan pun kemaksiatan.

Hey anjing, sejak kapan kau jual mahal. Seolah berharga kau di depan tuan, seolah tak berdosa kau di mata Tuhan.

Sadarlah anjing, kelaminmu itu mencerminkan dirimu, bukan menjadi mata pencaharian lalu kau jual tubuhmu.

Bangunlah anjing, jangan terlalu lelap bermimpi di bumi; di pelukan uang-uang haram dan tuan-tuan yang kelaminnya sedang kelaparan.

Hiduplah semaumu, matilah dalam saru.