I don’t know what you think, and i don’t know what you feel too.. Except you want to share with me, i’ll always ready for you.

Dan berguguranlah rasaku, pun hancurnya seiring hatiku; tanpamu disini, menemani, aku.

Keindahan itu, kamu; adalah ketika dapat menjaga korelasi antara kasih sayang dan ketulusan menjadi sebuah rasa yang kita sebut itu cinta.

Kala hujan, mari kita saling menghangatkan.

I wish i could have you; your heart.

Aku belum pernah melihat bidadari pelangi, tapi aku meyakinkan diriku sendiri bahwa bidadari itu tidaklah lebih indah daripadamu.

Sepertinya perasaanku tidak enak, ataukah malah perasaanmu kepadaku yang tidak enak? Siapa yang tahu.

Semua dilahirkan dengan kebaikan walaupun dengan cara yang jahat. Masalah perjalanan kehidupan itu tergantung pemahaman pun pengalaman.

Senyumanmu itu, baiduri; menghangatkan kalbu melesapkan luka, pun mensesapkan kerinduan pada akhirnya.

Ada cinta dari ketulusan menjalani suatu hubungan; baik dengan yang nyata maupun yang gaib.

Inspirasi itu faktor utama dalam menumbuhkembangkan intuisi; maka carilah atau jadilah!

Ada kesengajaan dalam kepura-puraan, untuk tak melihat mendengar pun merasakan; meninggalkan segala kewajiban hingga sesal menuju kematian.

Tiba-tiba aku memimpikanmu pun merindukanmu, atau mungkin ini hanya sebuah sedu yang semu.

Barusan saja aku membunuh hatiku; untuk merindukanmu yang tak mungkin.

Orang yang beruntung adalah orang yang hubungannya tidak pernah digantung.

Ketika malam berbicara, mungkin diam menjadi sebuah jawaban.

Dan ketika bintang enggan berpijar, mungkin sebuah bayangmu dapat meneranginya.

Tapi, pabila tidak adanya hati yang kembali; maka izinkan aku tuk mengilhami sebuah kerinduan yang sangat mendalam.

Semua menghilang tanpa jejak, yang tinggal hanyalah jarak.

Pantaskah cinta dengan kita, atau kita dengan cinta?

Jika kita enggan tuk saling jujur, maka kita telah mendustakan cinta.

Orang yang kehilangan kepercayaan biasanya orang yang belum mengerti tentang kehidupan.

Dan orang yang tidak bisa dipercaya itu orang yang belum siap untuk kehidupan.

Biarkan aku menjadi pemulung, di hatimu. Sedikit demi sedikit mengais rasamu. Dimana ada cinta, disitu tidak ada kata menyerah untuk usaha.

Dibalik kesuksesan, ada suatu keinginan yang berawal dari bilik kamarmu; maka tidurlah dan bermimpilah, lalu wujudkanlah!

Doa-doa bertebaran; di langit pagi, di sejuknya udara. Hiruplah, dan syukurilah.

Keindahan paras iitru relatif, yang penting chemistry.

Adalah harapan; yang lebih maut dari kematiian, lebih hidup dari kehidupan.

Rindu itu berbahaya

Cinta itu pengertian, tapi bukan memaklumi.

Alasan mengapa aku mencintaimu itu sederhana; karena kau selalu mendatangkan kebahagiaan untukku, untuk kita.

Kala engkau tersenyum, adinda; seperti engkau menularkan satu hal yang kita sebut bahagia.

Karena dengan masih adanya “pertanyaan” maka aku masih “hidup” untuk mencari “jawaban”.

Saya ingin bertandang ke alam mimpi, dimana tak ada masa lalu pun masa depan; hanyalah sebuah gambaran, tentang ketiadaan dari sebuah angan.

Aku jadi berpikir yang tidak-tidak karena kamu selalu memberikan jawaban; “Tidak”.

Engkau selalu mengumbar hamburkan cinta; sebentar-sebentar ingin bercinta.

Hanya kata, tapi semua berawal pun berakhir dari kata.

Kamu layak orang biasa yang tidak seperti biasanya.

Seperti melayak, aku; membersihkan sisa-sisa rasa yang masih melekat kala semalam kita bercinta.

Surya tenggelam, berahi bungkam, dan aku masih memendam dendam.

Dua kebutuhan pokok manusia ialah pangan dan seks; tubuh yang sehat dikarenakan seks yang sehat, begitu pula sebaliknya.

Perempuan yang diminati secara seksual adalah perempuan yang hormon feminimnya melimpah; karena baik bagi kesehatan laki-laki.

3 obat kuat paling baik untuk pria ialah air ludah wanita (berciuman), air susu payudara wanita, dan cairan kelamin wanita.

Menurut fisiognomi. Bagi wanita yang putingnya hitam dan pusarnya dalam biasanya melahirkan anak laki-laki yang cerdas dan sukses. Bagi wanita yang pusarnya berbulu akan melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi cendikiawan sastra. Dan wanita yang pantatnya tipis dan aliran kencingnya deras maka rejekinya tipis.

90% dari penyakit dipengaruhi oleh pikiran; maka hiduplah secara sehat dengan mengoptimiskan diri

Yang terpenting bukanlah bagaimana aku menemukan cinta, tapi bagaimana caraku mencintai cinta.

Apa itu cinta, apa itu sejati? Apakah kalian tahu apa itu cinta sejati, pun sejatinya cinta?

Dan anjing melonglong dari kejauhan, dinding pun berbicara, gelap melekat pada langit-langit kamar.

Cinta yang nyata itu seperti apa? Apakah seperti aku dan kamu, menyatu?

You do what you think,; so, think wisely.

Jangan terlalu larut dalam kesedihan, itu tidak baik untuk kesehatan.

Jikalau hatimu selalu gundah, mungkin karena belum ikhlas akan masa lalu pun masa depan percintaan. Jikalau takut kehilangan, maka eratkan!

HARD TO FORGET. Sebuah cerita, yang meneriakkan isi hati dan tak ingin berpisah. Sebuah cinta, yang tak bisa memindahkan hatinya untuk yang lainnya. Sebuah panorama, dimana ada masa lalu, disitu ada kamu dan bahagia; walau waktu telah berlalu.

Seharusnya ciuman itu sama seperti siuman.

Nikmatilah semaumu. Deritamu, deritaku; yang pasti kita pernah satu, itu.

Sesekali tataplah mataku, lalu katakanlah kau mencintaiku, sungguh; hanya dengan bibirmu, mengecupku.

Pada waktu yang pantas, Tuhan akan menjadikan “kita”.

Memilikimu itu, bahagia menyelubungiku di setiap harinya.

Biarkan dongeng sedih ini tertidur, terlelap dalam kebahagiaan. Biarkan hati kita melebur, menyatu dalam indahnya kasih dan kerinduan.

Cintaku berumah di hatimu yang ramah.

Aku tak dapat berkata lebih, selain daripada aku membutuhkanmu; hidup didalammu.

Jadilah engkau pagi, ketika aku menjelang senja; agar aku senantiasa ada. Akulah siang, ketika dingin malam merasukimu; aku menghangatkanmu.

Pada seruput terakhir kopi ini, aku berharap kau kembali; kekal di dalam ingatan.

Berikan aku kunci, dimana untuk membuka sebuah rumah; hatimu, yang penuh kehangatan kasih sayang pun kelembutan perhatian.

Untuk semua kemenangan yang pernah aku dapatkan, aku menyerah dan kalah padamu.

Maafkan aku yang menyimpan keindahanmu; agar aku bisa selalu merindumu.

Phia cintaku, merenung tajam ke relung jiwaku; lalu mencairlah aku seperti coklat.

Phia, menaklukan hatimu bagai ujian: seperti yang tak ingin menerima pujian, walaupun itu sangat kau inginkan. 

Tanpamu, segala musim percintaan menjadi hampa dan beku.

Sekarang apa yang bisa membuatmu berbahagia, maka aku akan mengusahakannya.

Segala yang ada padamu, puisi. Terkadang menyelamatkanku, atau menjerumuskanku ke dalam lembah penuh dengan luka yang belukar.

Dirimu tampak, diriku tak tampak.

Jarak bukanlah suatu masalah bagi sebuah hubungan, yang ada hanyalah waktu; membuat kita mengkristalkan kerinduan.

Too much hurt will make you grow.

Biarlah luka menjelma aku, biarkan rindu menyelubungiku; kertas menjadi usang, karena waktu yang tak pernah bersauh.

Berikan aku gitar, kan kubuat hatimu bergetar.

Berikan aku kekasih, tak kubiarkan hatinya merintih.

Berikan aku waktu, kan kutebus kesalahan masa lalu.

Berikan aku hidup, kan selamanya aku bersamamu.

Berikan aku kepercayaan, kan kutanamkan rasa kepedulian.

Berikan aku kasih sayang, kan kulindungi cintamu hingga nyawaku melayang.

Berikan aku hatimu, kan kujaga dengan segenap jiwa dan ragaku.

Berikan aku ciuman, kan kutanamkan sebuah kerinduan.

Yang dapat mencabut nyawa kita yaitu malaikat pencabut nyawa, dan bukan sebaliknya.

Yang tulus mencintai kita yaitu orang tua kita, begitupun harus sebaliknya.

Yang boleh mencumbu kita yaitu kekasih kita, begitupun sebaliknya. (Terkecuali yang hobi selingkuh)

Yang dapat menyolati kita yaitu orang lain, begitupun sebaliknya.

Yang dapat mengalahkan kita yaitu diri kita sendiri, begitupun sebaliknya.

Yang dapat memahami kita yaitu diri kita sendiri, begitupun sebaliknya.

Cinta tidak selalu menyakiti, bila kau mau untuk berhenti sejenak ketika lelah berlari.

Pecahkan saja jendelamu! Aku hanya ingin agar mudah memasuki kamarmu.

Kau katakan bahwa cinta itu menyakitkan, tunggu hingga kau tidak merasakan apa-apa; disana akan lebih menderita.

Tak ada kerinduan, seperti hati menuju ambang kematian.

Mudah jatuh cinta, sulit melupakan.

Musik, puisi, lukisan pun tulisan, ialah cara termudah untuk meluapkan isi hati. Yang tersulit ialah tidak berbuat apa-apa.

Sebuah senyuman memberi seribu arti bahagia, tapi jangan senyum sembarangan nanti bisa gila.

Apalah arti sebuah cinta, bila tidak ada kita berbahagia.

Mulailah dari persahabatan, kemudian biarlah cinta dengan sendirinya bermekaran.

Karena hati adalah rumah perasaan, maka janganlah sesekali menerka apa yang cinta akan katakan.

Cinta yang baru seperti berangan agar lebih awal dalam menemukan, cinta yang lama selalu berharap tak pernah dipertemukan.

Bekas kekasihnya selalu ada di pikirannya. Tetapi aku, satu yang terakhir yang berada di tempat teristimewa di hatinya.

Aroma pagi selalu menggodaku; menelusuri lembah kenangan yang selalu tergenang tenang, telanjang.

Kesederhanaan melahirkan ketulusan.

Apa yang kita tinggalkan, terkadang kita rindukan.

Dari apa yang dianggap tidak penting, seringkali menjadi hal yang dibutuhkan saat genting.

Dari rasa yang berbahaya, kemudian jadilah ia rasa yang tak berbahasa.

Suara-suara gemilang selalu ditunggu untuk datang; yaitu Adzan nan lantang, mengantar umat menuju kemenangan.

You can’t do anything if you do nothing.

Bisa belum tentu luar biasa, tapi setidaknya sudah mencoba.

Adapun fungsi utama dari kata-kata bijak ialah untuk mengingatkan diri kita sendiri terlebih dahulu.

Senyuman itu, senjata yang paling mematikan untuk meneduhkan.

Bila lelah maka beristirahatlah; sesungguhnya Tuhan memberikan segala kemudahan bagimu, baik yang engkau rasakan seperti kasih sayang pun yang tidak kau lihat seperti udara.

Menyerahlah kepada Tuhanmu, berserahlah kepada takdir baik untukmu.

Selama itu membela kebenaran, maka ikutilah terus jalannya.

Berdzikirlah jika hatimu gundah dan masih terjaga kala malam hari, maka akan menenangkanmu hingga ke lelap tidurmu. Pun dzikir yang baik sembari menunggu kantuk ialah “Allahu Akbar”; walaupun dzikirnya terputus karena ketiduran, kita tetap menyebut nama Allah.

Kala malam dengan gigilnya udara kita saling berpelukan pun menyuarakan kerinduan dengan kecupan-kecupan.

Seni perang tertinggi adalah bagaimana cara mengalahkan musuh tanpa pertempuran.

Orang yang sukses adalah orang yang bisa membahagiakan dirinya pun orang yang disayangi serta menyayanginya.

Ciuman itu penghilang stress dan membakar kalori
Ciuman menyatukan dua insan lewat emosional batin.
Ciuman itu lebih jujur dari perkataan, kita bisa merasakan perasaan sesungguhnya melalui ciuman.
Ciuman adalah kesenian.

Katanya pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula. Dikau wanita yang baik menurutku, tapi aku bukan pria yang baik. Aku hanya berharap, bila kau juga mencintaiku; maka aku akan menjadi orang yang paling bahagia.

Banyak lagu tentang cinta, tapi, adakah seseorang yang benar-benar bisa mengukur besar-kecilnya?

Bila mencari kesempurnaan, bersiaplah menanti kegagalan; cukup lakukan apa yang harus dilakukan, cukup kerjakan apa yang dapat dihasilkan.

Hari yang tak sempurna, semua langkah dan kata terbata; banyak yang melupakan dan terlupa, yang isi menjadi hampa.

Cinta itu ikatan yang menyakitkan, tetapi dapat pula membangkitkan.

Aku belum punya apa-apa untuk bersanding denganmu, tapi aku menjadi manusia paling beruntung sedunia bila kau mencintaiku.

“Kusuka pagi, dengan sejuknya udara pun hangat sinar mentari; aku tersenyum bahagia sembari sembunyi” – Ujar embun.

Kebanyakan pria mengencani wanita yang langsing, tetapi menikahi wanita yang sedikit gemuk. Kebanyakan wanita mengencani pria yang nakal, tapi menikahi pria yang baik-baik.

Matilah bersamaku malam ini, sayang. Merebahlah di kesunyian jantung hatiku, lalu kita ramaikan kehidupan dengan mautnya kecupan-kecupan.

Walapun diriku menghilang, tapi aku tidak akan menghilang; dari hidupmu, dari hatimu.

Kau tahu apa yg spesial dari senyumanmu selain teduh menyapaku; matamu garis, membuatku tertawa kecil mengingatmu, lalu merindu.

Riang canda tawamu bagai hari libur sedunia di setiap harinya, mata kecil pun sayu nan lembut menyapa tanpa kata-kata; selalu bersukaria, selalu bahagia.

Hal-hal kecil itu penting sebagai pondasi sebuah hubungan, jika dari awal tidak ada keterbukaan; maka kedepannya akan selalu bersembunyi dan mencoba untuk berbohong lebih baik lagi.

Aku menyukai tantangan, seperti menaklukan hati sanguinis lalu kepadanya kesetiaanku kuserahkan.

Saat semua tak bisa kupercayai termasuk diri sendiri,maka kehidupan terbalut dalam kegelapan; menyelimuti hati , pikiran pun masa depan.

Aku tidak ingin ada kehilangan lagi, tapi bila itu kehendak-Mu, maka tempatkanlah mereka yang kusayang disamping-Mu; ditempat yang paling indah pun damai selalu.

Seperti banyak perpisahan, dan aku akan kehilangan lagi esok nanti. Kuanggap itu sebagai awal dari kebahagiaan; tempat abadi semua hati.

Baru saja kehilangan, disisi lain baru saja memulai kebahagiaan. Tapi secara keseluruhan aku mencoba baik-baik saja.

Seperti banyak bualan pun buaian, aku mencintai dengan berbagai alasan; demi saling membahagiakan.

Kadang kegelapan menakutiku, kadang pula kegelapan menyerupaiku.

Cinta, selalu sulit untuk dipahami kekuatannya — tapi kita pasti memahami; bahwa adanya pertemuan dan perpisahan karenanya.

Disini hujan, sama seperti hatiku baik itu tanpamu, pun tanpa hangat perhatianmu.

Aku ingin menitikkan duka malam ini, hingga lukaku terpuaskan.

Ketika bersamamu aku selalu mendoakanmu, begitupun hingga kini kumasih setia pada doadoa baik seiring kepergianmu.

Sulit sekali untuk berbahagia; bila kesedihanku tak kunjung jua mengundang airmata.

Ternyata kau lebih dulu mencapai kebahagiaan di alam sana, semoga disana ada aku dalam penantianmu.

You still pretty just the way you are because i love you anyway.

Maka berikanlah aku penawar racun darimu; untuk mengobati hitamnya hati, pun kelamnya kesendirian.

Adanya penyakit agar dapat disembuhkan, begitupun hati; ia tak mungkin sendiri. Maukah engkau menjadi teman hatiku?

Aku sakit, aku butuh suntikan, aku butuh decolgen, butuh nalgestan, butuh vitamin, butuh cinta; sepertinya hal yang terakhir berkhasiat.

Cinta yang abadi itu semestinya dari tinta; yang terbubuh di atas buku nikah.

Dan aku terjebak dalam amarah, yang membuatku tidak lebih dari sampah; emosi dan ego saling serakah, berebut tempat dalam gejolak darah.

Mungkin aku akan membisikkan romansa di telingamu, lalu mengecup kedua matamu; hingga kita terlelap bersama, pun ketika pagi masih melihat wajah yang sama. Dan semua yang kulakukan bukanlah semata hanya untuk merayumu, melainkan demi menjaga senyummu; melihat kau tertawa kecil bahagia ketika mengingat tentang kita dan rindu.

Kelak, disaat cinta hanya sebuah kata, disaat ragamu telah lelah, dan disaat hatimu mulai punah; aku, hinggap diharapanmu, membuka pintu untukmu melaju, membawamu menuju suatu waktu dimana semua hal yang meragu akan berlalu.

Kau boleh mencintaiku, kau boleh membunuhku; tapi kumohon agar kau jangan membunuh cintaku.

Aku mau memelukmu, hingga degup jantung kita bersahutan lalu cumbuan dari kedua bibir saling mendengarkan perasaan.

Kau dan orang lain akan menjadi apa yang kau sendiri pikirkan; jadi, berpikirlah positif demi perubahan dan perlakuan yang lebih baik.

Maka menangislah, dengan begitu kau memanusiakan dirimu dan berbahagialah.

Andai saja kuberada disampingmu saat ini, kan kukecup kening pun kedua matamu; redakan segala duka pun gelisahmu.

Aku hanya ingin memelukmu, redakan gelisahmu.

Aku suka, bila diizinkan untuk mengecup kening pun kedua matamu ketika mata terbuka di setiap paginya.

Tidak ada hal yang berat selain daripada pikiran kita sendiri yang membuatnya menjadi beban.

Aku mau, menemanimu melihat daun berguguran berdua sambil bercerita tentang indahnya dunia yang akan kita lukis bersama.

Maka aku akan menyentuh lembut bibirmu, memelukmu erat menghangatkan kalbu; kala hati kita membeku dari dinginnya salju.

Ketika kau membawa sekeranjang mawar, tak ingin kutebak apa warnanya. Hendaknya ia merah pun putih, dimana merah berarti cinta untukmu dan putih adalah kasih sayang ujarmu; bagiku keindahan sesungguhnya adalah dirimu, cukup dengan sebuah senyumanmu untukku, itu lebih dari kedua warna itu.

Dalam benak, kita hanya mencari kesempurnaan, sedangkan hati pun raga tidaklah sempurna; begitu pun waktu yang telah berjalan seiring kesabaran dengan keyakinan dalam menanti menyambut sejatinya cinta.

Mati bukanlah jalan akhir, hanya sebuah pintu menuju kebadian yang sebenarnya; terjauh dari petakanya dunia.

Kenangan takkan terlupakan, hanya saja kita dapat mengikhlaskan.

Dan seandainya aku diberikan kesempatan untuk melihat kembali indahnya pagi; inginku tuk melihat senyummu di sampingku setiap hari.

Terkadang bumi begitu kelam, hingga terang pun enggan menyentuhnya, menjauh. Tetapi kekuatan keyakinan selalu menang, diatas segalanya Yang Maha Kuasa hendak memberikan secercah cahaya entah darimana.

CERITA PENDEK TENTANG AKU DAN KAMU. Aku embun dan engkau beningnya, seiring pagi kita menyebarkan kesejukan; luka duka pun berlarian.

Begitu tenang pun damai, kala beningnya cinta mengembun di hatiku dan hatimu.

Cinta itu butuh sentuhan, cinta itu butuh pelukan; agar selalu hangat cintanya. Dan yang pasti harus saling memiliki.

Pagi yang rancu, langit berwarna abu. Hujan debu mendera wajahku, lusuh. Seperti kisah bumi dan matahari, yang menerangi yang menghabisi.

Jika ada hal lain yang kan kujaga dengan nyawaku, selain daripada keyakinanku; yaitu kamu, cintaku.

Banyak hal tidak penting yang telah dijalani, mungkin karena saat ini lebih mengutamakan yang penting, atau itu memang sebuah kemajuan diri.

Cinta lahir dari rapuhnya kemanusiaan; yang membuat kita kuat dari luka-luka yang kita buat.

Katakanlah itu hanya sebuah tulang, yang terambil daripada aku untuk menguatkan kehidupan; wahai wanita, engkaulah segala kelemahanku.

Wahai wanita, terimalah segala hal apa adanya. Sesungguhnya kekuranganmu lebih daripada kekuranganku; dengan melihat darimana asal-usulmu diciptakan.

Ciuman itu penghilang stres dengan pelukan sebagai bahasa pengantarnya.

Rumahku di bumi hatimu, tempat aku berteduh, tempat aku mengeluh, tempat kita saling melenguh.

Yang jatuh kan kudekap, yang terbang kan kutangkap.

Engkau mata air, muaranya butir-butir airmata; dari tiap tetes sedih pun bahagia.

Puisiku, teruslah mengindahkan sebuah nama dalam sebuah rasa yang aku puitiskan. Puisiku, puisiku, puisiku; dari keindahanmu.

Emosional itu paling mudah dibaca dan paling sulit untuk ditaklukan, tapi paling manjur untuk mengarahkan bila kita sudah memahaminya.

Beritahu aku pabila disana hujan, maka aku akan meneduhkanmu; bukan pada mendungnya awan, melainkan cuaca di hatimu yang ingin aku sentuh.

Bahwa sesungguhnya, abadinya cinta terlahir dari luar biasanya luka.

I’m not your only one, but i’m the only one who have you only; so please, take care my heart carefully.

Kutelanjangi dadaku, menghalau kepiluan dari berantai hujan yang menghunjamku — Semesta menangis, hatiku terkikis, habis.

Karena penulis selalu menyerahkan nyawanya kepada pena — seperti aku; memberikan segala hal baik kepada kamu, sang kekasih.

Adalah cinta, yang lebih mati daripada lembah, lebih nuansa dari pelangi kala senja.

Mencairlah sudah rinduku, membasahi tanah hatiku; dari tiap kecupan yang kau daratkan, pun hangat pelukan yang kau dekapkan.

Hidup adalah hadiah, yang disuguhkan Tuhan kepada kita; untuk menemukan cinta, pun menghidupi kehidupan.

Pernah aku berdiam diri tak melakukan apa-apa; adalah ketika aku hidup, tanpa ada cinta di hatiku.